Menteri PU Bantah Tiongkok Sapu Bersih Proyek Infrastruktur Indonesia

Kompas.com - 28/04/2015, 05:05 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping saat upacara penyambutan kenegaraan di Great Hall of the People di Beijing, Kamis (26/3/2015). AFP PHOTO / POOL / FENG LIPresiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping saat upacara penyambutan kenegaraan di Great Hall of the People di Beijing, Kamis (26/3/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono membantah bahwa Tiongkok menyapu bersih proyek infrastruktur di Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

(Baca: Tiongkok Sapu Bersih Proyek Infrastruktur Indonesia)

Menurutnya, proyek di Indonesia tak hanya digenggam oleh negeri tirai bambu tersebut. "Kan ada (proyek) Bank Dunia, ADB (Asian Development Bank), JICA (Japan International Coorporation Agency), IDB (Islamic Development Bank), jadi enggak Tiongkok semuanya lah. Itu juga (proyek PLN) bukan Proyek Tiongkok. Mungkin salah kutip kali (pemberitaan itu)," ujar Basuki di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (27/4/2015).

Salah satu proyek yang dibantah Basuki diserahkan kepada Tiongkok adalah pembangunan jalan 1.000 Km. Dia menuturkan bahwa pembangunan 1.000 Km jalan tersebut merupakan target pemerintah dalam lima tahun, bukan diserahkan kepada investor Tiongkok.

Basuki menjelaskan, setiap investor yang tertarik dalam pembangunan infrastruktur tak bisa seenaknya memilih-milih proyek. Pasalnya, pemerintah juga menerapkan sistem tender terbuka serta mewajibkan para investor melakukan studi kelayakan sebelum suatu proyek dilakukan.

Namun begitu, Basuki tak menampik adanya peran Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia hingga saat ini. Peran tersebut ditandai dengan adanya sejumlah dana pinjaman dari Tiongkok untuk proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Misalnya Tol Manado-Bitung, karna tidak layak secara financial sehingga investor bantu loan Tiongkok. Sama saja dengan Tol Samarinda-Balikpapan," kata Basuki.

Sebelumnya, ada hal menarik usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KAA itu. Presiden Jokowi memastikan bahwa Tiongkok akan ikut berinvestasi dalam proyek infrastruktur.

Dari situs Sekretariat Kabinet disebutkan, proyek infrastruktur yang dibangun dengan menggandeng Tiongkok antara lain pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandar udara (bandara), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW).

Tak cuma itu, Tiongkok juga akan terlibat dalam pembangunan jalur kereta supercepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya. Sayang, pemerintah tak menyebutkan nama proyek berikut besaran nilai proyek.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X