Jonan Luncurkan Pelayaran Tol Laut Pertama

Kompas.com - 07/05/2015, 08:35 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diwawancarai seusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Rapat koordinasi ini melibatkan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Koordinator Kemaritiman. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diwawancarai seusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Rapat koordinasi ini melibatkan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Koordinator Kemaritiman.
|
EditorErlangga Djumena

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignatius Jonan meresmikan KMP Mutiara Persada III sebagai kapal jalur tol laut perdana di Pelabuhan Panjang, Rabu (6/5/2015) petang.

Kapal ro-ro (roll on roll off) yang melayani trayek tetap pelayaran Pelabuhan Panjang-Tanjung Perak Surabaya itu, akan beroperasi setiap tiga hari satu kali perjalanan.

“Ini untuk mengurangi beban jalan raya, bahwa biaya logistik harus turun, salah satunya kalau diterjemahkan bisnis multi moda. Yakni menggunakan darat, Laut, udara, dan kereta api,” kata dia.

KMP Mutiara Persada III diproduksi di Jepang tahun 1991 dengan panjang 151 meter memiliki daya tampung 200 truk dan kecepatan kapal ini mencapai 16 knot di laut lepas. Jalur laut dari Lampung ke Surabaya bisa dipersingkat hanya dalam jarak tempuh sekitar 40 jam.

Meski jalur ini masih bersifat sementara, Ignatius berharap ke depan bisa menjadi jalur penyebrangan barang dan kapal secara rutin (linier). “Mudah-mudahan ini jadi linier jadi ada jadwal yang tetap. Karena jadwal penyeberangan makin tidak tetap, makin sulit dengan kompetisi dengan moda lain,” ujarnya.

Adapun tarif jasa pelayaran, untuk penumpang manusia berkisar antara Rp 250.000-Rp 500.000 per penumpang. Adapun untuk kendaraan pengangkut barang berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 10 juta tergantung panjang dan berat beban.

Jonan mengatakan, pengelolaan kapal pada jalur tol laut ini sepenuhnya dijalankan oleh pihak swasta, yaitu PT Atosim Lampung.

Diharapkan sistem moda angkutan laut Short Sea Shiping ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa dan Sumatera, serta dapat menurunkan beban kendaraan yang melalui jalur darat dari Lampung.

Menhub menegaskan bahwa cara baru transportasi melalui laut ini merupakan tol laut yang pertama beroperasi di Indonesia.

Menurut dia,  tantangan paling besar melaksanakan program tol laut ini adalah masalah jadwal pelayaran yang harus semakin sering dan cepat dibandingkan jalur darat, sehingga pengelolaannya harus memperhatikan pengaturan jadwal penyeberangannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X