Ekonomi RI Lesu, Garuda Indonesia Yakin Masih Ada Kesempatan

Kompas.com - 11/05/2015, 23:18 WIB
Pesawat milik Garuda Indonesia SENDY ADITYA SAPUTRAPesawat milik Garuda Indonesia
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menilai, kondisi ekonomi yang pahit saat ini merupakan tantangan untuk perusahaan. Meski pendapatan bisa menurun, perusahaan plat merah itu yakin masih ada kesempatan untuk untung.

"Pelemahan ekonomi global jadi satu callangce buat kita. Tapi, dalam satu challenge pasti ada opportunity dalam situasi pahit begini," ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia Handayani di Jakarta, Senin (11/5/2015).

Dia menjelaskan, ada dua kemungkinan yang akan dilakukan masyarakat dalam situasi ekonomi yang melambat kuartal I-2015 ini. Pertama, masyarakat akan mengurungkan niatnya bepergian dan memilih untuk tak mengeluarkan uangnya untuk hal-hal yang tak terlalu penting.

Kedua, di tengah kebekuan kondisi ekonomi itu kata Handayani, masyarakat justru akan keluar dari zonanya dan mencari kesempatan-kesempatan bisnis di kota lain atau negara lain. Masyakat pun memilih untuk bepergian untuk mencari kesempatan bisnis yang lebih baik.

"Nah kita garap segmen yang kedua tadi, justru saat susah begini mereka lihat opportunity di luar kota dan luar negeri," kata dia.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 hanya 4,71 persen. Padahal pada periode sama tahun lalu pertumbuhan ekonomi mencapai 5,14 persen (konstan 2010), atau 5,21 (konstan 2000).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X