Bos Sido Muncul: Tidak Ada "Banned" Produk Kami di Luar Negeri

Kompas.com - 15/05/2015, 12:02 WIB
Presiden Direktur PT Sidomuncul Tbk Irwan Hidayat mengambil potongan tumpeng pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-63 perusahaan pada Selasa (11/11/2014). PrimusPresiden Direktur PT Sidomuncul Tbk Irwan Hidayat mengambil potongan tumpeng pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-63 perusahaan pada Selasa (11/11/2014).
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, memburuknya hubungan Indonesia dengan sejumlah negara pasca pelaksanaan hukuman mati terpidana kasus narkoba tidak memengaruhi permintaan pasar atas produk-produk Sido Muncul.

"Tidak ada problem yang serius. artinya sejauh ini tidak ada banned produk kami di luar negeri," kata Irwan di Ungaran, Rabu (14/5/2015).

Bahkan, lanjutnya, Sido Muncul yang berhasil membukukan keuntungan bersih hingga Rp 415 miliar ini berupaya menaikkan kelas produk-produknya yang selama ini hanya tersedia di toko-toko milik orang Asia agar bisa masuk ke toko-toko ternama di Eropa, Amerika dan Jepang.

"Kalau selama ini hanya tersedia di toko-toko Asia yang menjual produk Indonesia. Nantinya, inginnya masuk ke toko-toko yang lebih berkelas di sana," katanya.

Irwan menambahkan, meski dalam kelesuan ekonomi dia optimis dalam menghadapi pasar. Keyakinan bakal prospektifnya perekonomian nasional di masa mendatang juga direalisasikan Sido Muncul dengan meluncurkan sejumlah produk baru, seperti Tolak Angin Care (aroma terapi), Kuku Bima SD (Siap Diminum) Anggur, Fresh Orange, dan Pegal Linu Cair (sachet). Produk-produk tersebut siap dipasarkan ke berbagai wilayah di Tanah Air.

Dalam waktu dekat, menurut dia, pihaknya juga akan meluncurkan produk baru, yakni Herbal Drink Pegal Linu dan Kunyit Asam serta Tolak Angin Bebas Gula.

“Kalau musim kemarau, kita harus menggali lebih dalam supaya dapat air. Itu filosofinya. Jadi di tengah kelesuan ini, justru kita harus lebih kreatif,” tuturnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.