Tingkatkan Keterampilan Buruh Pelabuhan, Kemenhub Akan Selenggarakan Pelatihan

Kompas.com - 15/05/2015, 20:51 WIB
Antrean kendaraan yang akan masuk ke kapal roro (roll on roll off) Dumai-Pulau Rupat, dengan latar belakang pelabuhan Pelindo Dumai. Dumai merupakan pintu utama ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) Sumatera KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTIAntrean kendaraan yang akan masuk ke kapal roro (roll on roll off) Dumai-Pulau Rupat, dengan latar belakang pelabuhan Pelindo Dumai. Dumai merupakan pintu utama ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) Sumatera
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kepada para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, J.A Barata, tujuan pendidikan dan pelatihan tersebut sebagai upaya pemerintah meningkatkan keterampilan dan kompetensi TKBN di seluruh pelabuhan di Indonesia.

Bahkan, kata dia, kegiatan itu juga merupakan bentuk perlindungan para pekerja bongkar muat dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN. "Ini sebagai perlindungan bagi mereka, ini sangat penting meningkatkan keterampilan dan kompetensi," ujar Barata dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Lebih lanjut kata dia, nantinya pelatihan tersebut akan dilakukan oleh Direktorat Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Adi Karsyaf, mengatakan bahwa pelatihan tersebut digelar sesuai amanat Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 60 Tahun 2015. Menurut dia, permen tersebut mengatur kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan harus dilaksanakan dengan menggunakan peralatan bongkar muat oleh tenaga kerja yang memenuhi standar laik operasi dan menjamin keselamatan pelayaran.

Selain itu, dengan adanya pelatihan tersebut,  meski nantinya ada perusahaan yang masuk dan memperkerjakan pekerja lain,  pekerja yang sudah terlatih tetap bisa bersaing secara baik. Meski begitu, Kemenhub sudah memastikan bahwa Otoritas Pelabuhan (OP) tak akan sembarangan mengizinkan badan usaha di luar koperasi mempekerjakan TKBM. Hal itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada para TKBM saat ini.

Lebih lanjut kata dia, saat ini TKBM berada di bawah koperasi pelabuhan. Menurut Adi, di seluruh Indonesia, koperasi pelabuhan ada sekitar 300 koperasi dan 1 koperasi induk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.