Melirik Peluang Usaha Sewa Gaun Desainer Terkenal

Kompas.com - 17/05/2015, 22:47 WIB
Ilustrasi KONTAN/BAIHAKIIlustrasi
EditorErlangga Djumena


KOMPAS.com -
Sekarang, Anda tak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk memakai gaun rancangan desainer terkenal. Mengikuti tren yang berkembang di luar negeri, muncul usaha sewa online gaun-gaun para perancang terkenal.

Cindy Mulyasasmita mencium peluang membuka usaha ini di Jakarta setelah mengamati betapa marak event di Ibukota, mulai dari pesta pernikahan, pesta ulang tahun, wisuda, prom night hingga arisan. “Saya melihat, kebutuhan untuk memakai dress di pesta, besar sekali,” kata Cindy.  

Sejatinya, ide untuk merintis bisnis ini terlintas sejak Cindy kuliah di Amerika Serikat (AS). “Waktu ambil kelas entrepeneur, kebetulan kami menyusun ide bisnis sewa gaun ini dan timbul niat saya untuk membuka bisnis ini ketika waktu memungkinkan,” jelas dia. Pada April 2014, dia merilis website Dresscodes, karena sejak awal Cindy mengemas bisnis ini dalam konsep online.

Meski banyak order lewat website, Cindy juga membuka showroom Dresscodes. “Awalnya cuma warehouse, tapi showroom menjadi kebutuhan untuk memudahkan konsumen melihat dan mencoba langsung baju mereka,” jelas perempuan muda penyuka fashion ini.

Sampai saat ini, Dresscode mempunyai sekitar 400 koleksi gaun, mulai dari gaun untuk chinese new year, kokktail, formal gala, kebaya wisuda, wedding dan prewedding gowns, dan lainnya. Ada puluhan desainer dalam dan luar negeri yang melengkapi koleksinya. Sebut saja, Vera Wang, Sebastian Gunawan dan Monica Ivena.

Gaun-gaun ini disewakan dengan patokan harga 5 persen–15 persen dari harga jualnya atau mulai dari harga Rp 500.000 per gaun. “Jadi, konsumen bisa mendapatkan hingga 95 persen diskon dari harga aslinya,” kata Cindy berpromosi. Tiap minggu, dia menghitung, ada sekitar 30–40 gaun yang keluar dari showroom Dresscodes.

Pemain lain dalam rental gaun online ini adalah Belsbee. Bondan Herumurti, pendiri sekaligus Direktur Operasi dan Tecnology Belsbee, menceritakan, ide berbisnis sewa gaun online ini berangkat dari latar belakang para pendirinya sebagai pengusaha yang berbasis digital. “Jadi, kami melihat peluang baru yang bisa digarap e-commerce selain trading adalah bisnis sewa,” kata Bondan. Sementara, sewa baju menjadi pilihan lantaran para pendirinya melihat bisnis serupa secara konvensional (offline) sudah berjalan baik.

Tak hanya itu, mereka juga melihat kesuksesan bisnis sewa gaun online Rent The Runway di AS. “Pasti di sini juga banyak wanita yang ingin memakai gaun para perancang terkenal untuk menghadiri berbagai event,” kata Arini Astari, CEO dan pendiri Belsbee.

Baru meluncur awal tahun ini, Arini bilang, respon pasar sangat bagus. “Grafik kami terus naik sejak awal tahun,” kata dia. Tak heran, dia terus menambah koleksi gaun-gaun untuk mendongkrak pendapatan.  Dari 70 gaun pada awalnya, Arini terus menambah  koleksinya hingga kini ada 117 baju karya 17 perancang ternama.

Selain menyediakan koleksi gaun yang lengkap atau sesuai dengan acara, para pelaku bisnis ini juga menambahkan sejumlah fasilitas. Misalnya, antar jemput gaun ke rumah konsumen, baik saat fitting maupun saat akan dipakai. Dresscode sendiri menyiapkan showroom agar konsumen juga bisa mencoba koleksi gaun yang ada terlebih dulu.  

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X