Melirik Peluang Usaha Sewa Gaun Desainer Terkenal

Kompas.com - 17/05/2015, 22:47 WIB
Ilustrasi KONTAN/BAIHAKIIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Tertarik menggeluti bisnis rental gaun online seperti ini? Baik Cindy maupun Arini bilang, meski sampai saat ini boleh dibilang baru menjalani tahap edukasi pasar, mereka melihat prospek pasar yang cerah ke depan. Ekonomi yang masih bertumbuh baik di Indonesia makin mendorong terselenggara berbagai acara.

Media sosial, seperti Path, Instagram dan Facebook, juga menjadi pendongkrak bisnis ini. “Sebagian wanita tak mau tampil dengan baju yang sama di foto. Industri ini bakal besar meski sekarang masih belum banyak yang menerima ide sewa gaun ini,” kata Arini.

Sistem konsinyasi

Kunci penting dari bisnis ini adalah jumlah koleksi gaun yang memadai. Sebab, kelancaran roda bisnis bergantung pada frekuensi penyewaan. Dus, pada tahap awal, Anda juga harus berhitung pada jumlah gaun yang dimiliki.

Saat merintis Dresscode, Cindy memulainya dengan 70 baju yang dibelinya dari para perancang. “Dulu kami belum terkenal. Jadi, banyak gaun yang kami beli dari mal atau wholesale price dari para desainer,” kenang Cindy.  

Sama seperti Dresscode, Arini juga melengkapi koleksi pertamanya dengan membeli gaun-gaun dari para desainer. “Waktu itu kami belum punya nama,” kata dia.

Namun, selain membeli gaun-gaun yang akan disewakan, seiring berjalannya waktu, Anda juga bisa bekerjasama dengan para desainer. Arini misalnya, menerapkan sistem konsinyasi dengan para desainer. Sebagian besar koleksinya merupakan barang konsinyasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya, dalam konsep ini, Anda tak bisa menentukan harga sewa sendiri. “Para desainer itu juga ikut menentukan harga sewa bajunya karena mereka sering tak tega kalau bajunya dihargai murah,” kata Bondan. Namun, Belsbee juga mempunyai kisaran harga sewa berkisar 15 persen–20 persen dari harga penjualan ritel. Jika menganut konsep ini, maka Anda akan mendapat fee dari jasa penyewaan.

Sebagai timbal balik dari kerjasama ini, Belsbee memberi masukan kepada desainer tentang rancangannya. Sebab, selain sebagai tempat sewa, rental gaun ini bisa menjadi perantara bagi desainer, terutama desainer baru, untuk membaca pasar atau minat konsumen.

Masih terkait dengan koleksi juga, Anda harus pandai membaca selera konsumen, termasuk, perancang yang sedang naik daun dan rancangannya banyak diminati. Oleh karena itu, pengusaha sewa gaun juga harus rajin mendatangi berbagai ajang fashion show. “Kalau ada lebih dari dua konsumen yang menyebut nama seorang perancang, pasti saya akan segera berburu bajunya,” kata Cindy. Koleksi juga sebaiknya disesuaikan dengan target pasar yang ingin diincar.

Tak kalah penting, pebisnis sewa gaun juga harus memperhatikan perawatan gaun. Biasanya, pada saat pengambilan baju dari konsumen, karyawan akan melakukan pemeriksaan jika terjadi kerusakan. Nah, selanjutnya, laundry atau dry cleaning akan dilakukan pelaku usaha. Adakalanya, perancang juga akan meminta bajunya dikembalikan untuk perawatan bila sudah disewa beberapa kali. Tertarik mencoba?  (J. Ani Kristanti)           

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X