Ini Tips untuk Mengenali Beras Sintetis

Kompas.com - 20/05/2015, 15:11 WIB
Suasana toko beras yang disidak Polsek Bantargebang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi terkait beras sintetis, Selasa (19/5/2015). Jessi Carina Suasana toko beras yang disidak Polsek Bantargebang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi terkait beras sintetis, Selasa (19/5/2015).
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Belakangan ini, masyarakat dikejutkan dengan adanya penemuan beras palsu atau beras yang terbuat dari bahan sintetis berbahaya. Atas kejadian ini, masyarakat diharapkan dapat berhati-hati ketika ingin membeli beras di pasar.

"Perlu kewaspadaan dari masyarakat saat membeli beras," kata Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran, seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (20/5/2015).

Ia memberikan tiga langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika membeli beras. Pertama ialah dengan memegang berasnya, apakah agak kasar atau licin. Kalau licin, dapat dipastikan beras tersebut terbuat dari bahan sintetis.

Langkah kedua, kata Ngadiran, lihat dengan saksama berasnya, apakah beras itu putihnya bening atau sedikit berkeruh. Ia menilai, beras yang berwarna putih keruh merupakan beras asli yang berasal dari gabah.

"Terakhir, perhatikan tumpukan beras itu. Kalau semua beras itu utuh tanpa ada patah-patah, maka itu beras palsu atau sudah diproses. Ini semuanya bisa dirasakan dan dilihat secara kasatmata," tutur Ngadiran. (Seno Tri Sulistiyono)

Baca juga: Kemendag: Pengimpor Beras Plastik Bisa Dijerat Sejumlah UU

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X