Tiongkok Tak Senang Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

Kompas.com - 22/05/2015, 14:04 WIB
Kapal milik nelayan asing diledakkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), di wilayah Laut Belawan, Medan, Sumut, Kamis (8/1/2015). Polda Sumut menenggelamkan dengan cara meledakkan satu kapal nelayan asal Malaysia yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia. Dalam proses penggeledahan ditemukan ikan hasil curian sebanyak 150 kilogram. TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADIKapal milik nelayan asing diledakkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), di wilayah Laut Belawan, Medan, Sumut, Kamis (8/1/2015). Polda Sumut menenggelamkan dengan cara meledakkan satu kapal nelayan asal Malaysia yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia. Dalam proses penggeledahan ditemukan ikan hasil curian sebanyak 150 kilogram.
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
— Langkah Indonesia untuk menindak tegas kapal asing yang terbukti melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia dengan cara menenggelamkan kapal kosong membuat negara tetangga asal dari kapal-kapal tersebut gerah. Tak terkecuali Pemerintah Tiongkok, yang ikut "mengerutkan alis" dengan sikap Indonesia.

"Tiongkok sangat prihatin dengan laporan tersebut dan meminta Indonesia membuat klarifikasi," kata Hong Lei, Juru Bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok, dikutip Channel News Asia, Kamis (21/5/2015).

Dia berharap pihak Indonesia bisa lebih menekankan kerja sama perikanan dengan cara membangun serta melindungi hak-hak hukum dan kepentingan korporasi Tiongkok. 

Sebagai informasi, pada 20 Mei lalu, pada Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Kementerian dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengumumkan telah menenggelamkan 41 kapal asing penangkap ikan ilegal di berbagai daerah Indonesia. Kapal-kapal itu berasal dari Thailand, Vietnam, Filipina, dan Tiongkok. 

Kapal Tiongkok yang ditenggelamkan adalah KM Gui Xei Yu 12661 yang ditangkap sejak tahun 2009 di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Laut China Selatan. Tuduhannya adalah melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa dokumen sah dari Pemerintah Indonesia. (Sanny Cicilia)

Baca juga: Harkitnas, Menteri Susi Tenggelamkan 41 Kapal "Illegal Fishing"

Baca tentang


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X