Tahun Depan, Inggris Berlakukan Beleid Penjualan Rokok Tanpa Merek

Kompas.com - 23/05/2015, 18:41 WIB
Seorang wanita memberikan cap tangan pada kain atau spanduk putih bertuliskan Dian MaharaniSeorang wanita memberikan cap tangan pada kain atau spanduk putih bertuliskan "Komitmen Tidak Merokok" di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (14/11/2014).
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Inggris, tahun depan memberlakukan beleid penjualan rokok tanpa merek. Beleid ini merupakan perwujudan pesan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi jumlah perokok anak, tulis CNN pada Sabtu (23/5/2015).

Peraturan itu mewajibkan perusahaan rokok hanya menjual rokok dengan kemasan tanpa warna, logo, merek maupun tulisan. Pada kemasan hanya tertulis peringatan bahaya merokok seperti "merokok menyebabkan kanker" dan sebagainya. Kelak, selain Inggris, peraturan itu juga berlaku di Australia.

Karuan saja, peraturan itu mengundang reaksi perusahaan rokok. Philip Morris (PM) dan British American Tobacco (BAT) melakukan gugatan hukum terhadap aturan itu. "Aturan itu membuat kami tak punya pilihan," begitu kata pernyataan pihak BAT.

Sementara, Wakil Presiden Senior PM Marc Firestone mengatakan,"Kami menghormati aturan itu. Tapi, menghapus merek dagang adalah kebijakan yang terlalu jauh."

Inggris terbilang responsif terhadap bahaya merokok. Sebulan silam, pemerintah negara itu sudah melarang toko-toko memampangkan produk rokok pada gerai mereka.

Saat ini, perusahaan-perusahaan rokok mendapat banyak kendala penjualan di berbagai negara lantaran kebijakan pengurangan kebiasaan merokok. Data WHO menunjukkan kebiasaan merokok membunuh 6 juta orang per tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X