Ojek Bukan Angkutan Umum

Kompas.com - 27/05/2015, 16:45 WIB
Salah satu pos ojek di Jalan Sudirman Jessi CarinaSalah satu pos ojek di Jalan Sudirman
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Di berbagai daerah di Indonesia, termasuk kota-kota besar layaknya Jakarta, keberadaan ojek bagi masyarakat bisa dibilang sangat penting. Bahkan, untuk menembus kemacetan Jakarta, ojek dinilai sebagai moda transportasi yang paling efektif.

Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ojek tidak tercantum sebagai angkutan umum.

"Angkutan umum di dalam undang-undang itu kan ada syaratnya. Salah satunya terkait kapasitas angkut," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono di Jakarta, Selasa (26/5/2015) malam.

Meski begitu, Kemenhub tak tutup mata terhadap fenomena menjamurnya ojek saat ini. Namun, Kemenhub tak mau tergesa-gesa memasukkan ojek menjadi angkutan umum sekaligus membuat aturannya.

"Kami sarankan masyarakat untuk memilih angkutan umum yang memang diatur dalam UU karena asuransinya segala macem diatur. Bagi mereka yang menggunakan transportasi seperti itu, nanti kalau ada apa-apa ya tidak ditanggung," kata dia.

"Memang ada fenomena di masyarakat bahwa seperti itu. Namun, kembali lagi, itu akhirnya adalah pilihan masyarakat ya," ucap Djoko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X