Pengamat: Bulog Kuasai 5 Juta Ton, Mafia Beras Bakal Hilang

Kompas.com - 02/06/2015, 22:46 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, mengungkapkan Perum Bulog paling ideal menguasai 5 juta ton beras per tahun.

Dengan pasokan sebesar itu, Enny yakin mafia beras akan hilang dari peredaran. "Idealnya Bulog 5 juta ton, benar-benar tidak ada mafia beras melakukan spekulasi," ujar Enny, Senin (1/6/2015).

Enny berpendapat minimal Perum Bulog harus bisa menguasai 10 persen atau 4,5 juta ton dari konsumsi masyarakat sebanyak 45 juta ton. Jika dengan pasokan hingga akhir Mei 2015 hanya 1,2 juta ton, mafia beras bisa cepat melakukan spekulasi harga beras.

"Bulog minimal kuasai 10 persen atau 4,5 juta ton. Itu belum termasuk raskin," ungkap Enny.

Enny memaparkan kebutuhan untuk raskin (beras untuk masyarakat miskin) juga harus dipenuhi. Angka pasokan ideal untuk raskin menurut Enny sebesar 1,6 juta ton per tahun.

"Kebutuhan raskin harus ada stok untuk cadangan," papar Enny. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X