Ekonomi Memburuk, Pengusaha Jateng Siasati Bermacam Jalan Hindari PHK

Kompas.com - 03/06/2015, 01:58 WIB
Pekerja mengamati kinerja mesin tekstil di PT Daliatex Kusuma, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2013). Industri tekstil adalah salah satu industri strategis yang berperan menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa ekspor non minyak bumi dan gas.
KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONOPekerja mengamati kinerja mesin tekstil di PT Daliatex Kusuma, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2013). Industri tekstil adalah salah satu industri strategis yang berperan menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa ekspor non minyak bumi dan gas.
|
EditorBayu Galih

SEMARANG, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Tengah berupaya menekan pemutusan hubungan kerja (PHK), meski sektor ini harus menanggung beban yang paling berat dari dampak beruntun perlambatan ekonomi nasional.

Wakil Ketua bidang Hukum dan Pembelaan APINDO Jawa Tengah, Agung Wahono mengatakan, dampak perlambatan ekonomi secara nasional ini paling berat dirasakan pada industri padat karya, seperti industri sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).

Dalam beberapa kali diskusi antar sesama pengurus dan anggota asosiasi, permasalahan ini menjadi isu utama pembahasan. Secara prinsip, para pengusaha di Jawa Tengah masih sepakat mengambil kebijakan untuk menghindari merumahkan atau bahkan mem-PHK para pekerja.

"Selama masih ada strategi yang dapat dilakukan, kami terus mencari solusi terbaik tanpa harus merenggut hak-hak para pekerja," kata Agung Selasa (2/6/2015).

Ia mencontohkan, salah satu yang sudah dilakukan oleh para pengusaha padat karya di Surakarta dalam menyikapi dampak pelambatan ekonomi adalah dengan mengurangi jumlah shift kerja. Jika pada kondisi biasa satu hari ada tiga shift kerja, belakangan ini sudah diberlakukan dua shift kerja saja.

Hal ini menurut Agung, merupakan salah satu kiat yang dapat dilakukan para pengusaha untuk mengurangi dampak yang lebih buruk. Tentunya kiat ini masih dapat dilakukan pengusaha, sepanjang pemerintah terus mengupayakan membaiknya kondisi perekonomian.

"Perlambatan ekonomi ini terus mengurangi daya beli yang pada akhirnya juga menyentuh kemampuan pengusaha padat karya untuk meningkatkan kapasitas produksi," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X