Tanpa Subsidi, Tarif LRT Rp 1.000 Per Km

Kompas.com - 03/06/2015, 22:49 WIB
Rini Soemarno KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIRini Soemarno
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menuturkan, saat ini pemerintah bersama dengan pemerintah daerah dan BUMN PT Adhi Karya (Persero) tengah memfinalisasi rencana proyek Ligth Rail Transit (LRT), termasuk untuk urusan tarif. Namun, Rini memberikan bocoran mengenai kisaran tarif moda transportasi pengganti Monorail itu.

“Kalau kita hitung kemarin, Rp 1.000 per km (kilometer). Rencananya enggak ada subsidi,” ucap Rini ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Lebih lanjut mantan petinggi pabrikan otomotif ternama itu menuturkan, pembangunan proyek 100 persen dilakukan oleh BUMN, dalam hal ini Adhi Karya yang telah disetujui mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) serta penerbitan saham terbatas (right issue).

“Untuk itu Adhi Karya akan melakukan right issue satu bulan yang akan datang. Jadi ini akan menjadi modal dasar pembangunan LRT, yang nantinya akan ada pinjaman jangka panjang,” ujar Rini.

Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan, perseroan mempertimbangkan untuk menggandeng mitra dalam proyek ini. Menurut dia, semakin banyak pihak yang berpartisipasi maka akan semakin kuat modal yang didapat.

Sementara itu, ditanya perihal pinjaman yang mungkina akan dilakukan, Kiswo memastikan akan merealisasikannya setelah right issue. “Setelah dapat right issue, baru bicara loan. Masa belum dapat right issue, terus minta loan, kan enggak etis,” ucap Kiswo.

Batalnya proyek monorel dan rencana pembangunan LRT memaksa Adhi Karya merogoh kocek lebih dalam. Kebutuhan ekuitas untuk moda transportasi massal melonjak dari yang tadinya Rp 1,893 triliun menjadi Rp 2,044 triliun.

Kendati demikian, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan, perseroan akan mengurangi alokasi dana untuk stasiun dan properti pendukung, dari yang tadinya Rp 852 miliar ketika menggunakan proyek monorel, menjadi Rp 701 miliar dengan proyek LRT.

Sehingga total kebutuhan ekuitas untuk dua proyek ini sama, yakni Rp 2,745 triliun. Kiswo menuturkan, kebutuhan ekuitas tersebut akan ditutup dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,4 triliun. Angka ini tidak berubah dari rencana awal, proyek monorel yang juga dianggarkan sama Rp 1,4 triliun.

Adapun dana publik yang diharapkan dapat ditarik sebesar Rp 1,345 triliun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X