Kompas.com - 04/06/2015, 10:40 WIB
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com- Bukannya untung malah buntung. Frasa itu cocok dengan nasib KZI Singapura yang mencari peruntungan di Indonesia. Pasalnya, perusahaan afiliasi dari perusahaan smelting asal Korea Selatan ini menuai rugi akibat pailitnya PT Putra Samudra serta tidak mendapatkan pencairan dana klaim dari PT Asuransi Recapital.

Karena tidak mendapatkan dana klaim sebesar 4,6 juta dollar AS, kini KZI Singapura membawa kasus ini ke meja hijau. Andi Yusuf Kadir, Kuasa Hukum KZI Singapura mengatakan, Rabu (3/6/2015) KZI Singapura telah mendaftarkan gugatan kepada Asuransi Recapital di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di berkas gugatan, PT Putra Samudra turut menjadi tergugat.

"Kami sudah melakukan segala upaya tapi sepertinya tidak ada tanggapan positif dari PT Asuransi Recapital," jelas Andi, Rabu (3/6/2015).

Andi menambahkan, Asuransi Recapital enggan membayarkan klaim dengan alasan perjanjian obligasi cacat hukum. Namun perusahaan asuransi yang ada di bawah naungan Recapital Advisor itu tidak menjelaskan bagian mana yang dinilai cacat hukum.

Chairman PT Recapital Advisor Rosan Perkasa Roeslani mengaku belum mengetahui adanya gugatan ke anak usahanya itu. "Saya juga belum tahu mengenai hal itu, saya cek dulu," ujar Rosan, kepada Kontan, kemarin.

Asal mula kasus ini berawal saat KZI bekerja sama dengan Putra Samudra untuk membeli konsentrat Zink pada 2011. Sayang, sebelum terealisasi, Putra Samudra pailit. Secara administratif bila perusahan tak dapat membayar kerugian, penjamin yaitu Asuransi Recapital ikut tanggungjawab.

Ada dua jaminan yang ditempatkan di PT Asuransi Recapital yaitu Advans Payment Bonds senilai  1 juta dollar AS dan Performance Bonds sebesar 3,6 juta dollar AS.

Pendaftaran klaim dilakukan pada 4 September 2013 untuk advans payment bonds dan 17 September 2013 untuk performance bonds.

Adapun masa jatuh tempo melaporkan klaim adalah 8 September 2013 untuk advans payment bonds dan 31 Oktober 2013 untuk performance bonds. (Anna Suci Perwitasari, Tri Sulistiowati)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Unduh M-Paspor, Cara Membuat Paspor 'Online' Lebih Cepat dan Mudah

Unduh M-Paspor, Cara Membuat Paspor "Online" Lebih Cepat dan Mudah

Whats New
Duduk Perkara Lengkap Mahalnya Harga Minyak Goreng, Dugaan Kartel, Kebijakan Satu Harga Rp 14.000 Per Liter, hingga 'Panic Buying' Warga

Duduk Perkara Lengkap Mahalnya Harga Minyak Goreng, Dugaan Kartel, Kebijakan Satu Harga Rp 14.000 Per Liter, hingga "Panic Buying" Warga

Whats New
OJK Turunkan ATMR Kredit Kendaraan Listrik, Beli Motor dan Mobil Listrik dengan Cicilan Jadi Mudah

OJK Turunkan ATMR Kredit Kendaraan Listrik, Beli Motor dan Mobil Listrik dengan Cicilan Jadi Mudah

Whats New
[POPULER MONEY] Serba-serbi Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter | Mahfud MD Ungkap Ulah Pengemplang BLBI | Gojek Sewakan Motor Listrik

[POPULER MONEY] Serba-serbi Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter | Mahfud MD Ungkap Ulah Pengemplang BLBI | Gojek Sewakan Motor Listrik

Whats New
Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

Whats New
Berapa Biaya Mengurus Sertifikasi Halal Terbaru?

Berapa Biaya Mengurus Sertifikasi Halal Terbaru?

Whats New
Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodetabek Naik Jadi Rp 15.000

Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodetabek Naik Jadi Rp 15.000

Whats New
Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Whats New
MUI Tegas Haramkan Uang Kripto Bitcoin dkk, Ini Alasannya

MUI Tegas Haramkan Uang Kripto Bitcoin dkk, Ini Alasannya

Whats New
Aturan Diralat, Pemerintah Izinkan Ratusan Perusahaan Ekspor Batu Bara

Aturan Diralat, Pemerintah Izinkan Ratusan Perusahaan Ekspor Batu Bara

Whats New
Jadi Tuan Rumah Rapat Menteri G20, Pemkab Belitung Gandeng Pertamina

Jadi Tuan Rumah Rapat Menteri G20, Pemkab Belitung Gandeng Pertamina

Whats New
Revitalisasi Pasar Legi Surakarta Telah Rampung

Revitalisasi Pasar Legi Surakarta Telah Rampung

Whats New
Meski Terus Tumbuh, Sektor Digital Masih Punya Banyak PR

Meski Terus Tumbuh, Sektor Digital Masih Punya Banyak PR

Whats New
Kemenkeu Sebut Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa 2021 Hanya 70,29 Persen

Kemenkeu Sebut Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa 2021 Hanya 70,29 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.