Dorong Wirausaha, PGN Luncurkan Program PGNtrepeneur

Kompas.com - 04/06/2015, 11:46 WIB
Petugas tengah mengisikan gas ke bajaj di Stasiun MRU IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2015). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPetugas tengah mengisikan gas ke bajaj di Stasiun MRU IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2015).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meluncurkan program PGNtrepeneur, yang merupakan bagian dari rangkaian HUT PGN ke-50 tahun dan inisiatif untuk memberdayakan masyarakat Indonesia.

Direktur Keuangan PGN, Riza Pahlevi Tabrani menjelaskan program ini menjadi bagian dari upaya PGN untuk mendorong pemanfaatan gas bumi bagi pengusaha kecil.

Dalam program PGNtrepeneur, perseroan akan mengikutsertakan peserta yang berasal dari Komunitas Bajaj Gas (KOBAGAS) dan ibu rumah tangga yang berasal dari 11 rusun yang berada di wilayah Jabodetabek.

"Program PGNtrepeneur menjadi salah satu terobosan PGN untuk ikut berpartisipasi dalam melahirkan usaha-usaha kecil yang menggunakan gas bumi sebagai sumber energi. Kami percaya dengan energi baik gas bumi, usaha yang dirintis ini akan lebih efisien dan menguntungkan," ujar Riza dalam siaran pers, Kamis (4/6/2015).

Program PGNtrepeneur merupakan inisiatif PGN untuk ikut terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor usaha kecil. Melalui kegiatan kewirausahaan ini diharapkan akan lahir lebih banyak usaha kecil yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan keluarga Indonesia.

Program PGNtrepreneur terbagi menjadi dua bagian, yakni pelatihan mekanik untuk pengemudi bajaj gas dan pelatihan memasak untuk ibu rumah tangga yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus  2015.

Pelatihan mekanik bajaj dilakukan untuk 120 orang pengemudi bajaj gas, melalui 4 kali pelatihan dengan masing-masing jumlah peserta sebanyak 30 orang di setiap pelatihannya.

Pelatihan tersebut dilakukan di 2 tempat yaitu di MRU Waduk Pluit untuk pengemudi KOBAGAS wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sedangkan untuk pengemudi KOBAGAS wilayah Jakarta Timur - Bekasi, pelatihan dilakukan di SPBG Pondok Ungu.

Sementara itu, pelatihan memasak bagi ibu-ibu rumah tangga berlangsung selama 1-2 hari, yang akan dilaksanakan di 11 (sebelas) rusun di Jakarta dan Tangerang. Pelatihan memasak dilakukan bagi 220 ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari  11 rusun di Jakarta dan Tangerang yang dilakukan masing-masing 2 hari di tiap rusun dengan jumlah peserta 20 orang per pelatihan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X