BPJS Kesehatan Minta Iuran Naik Jadi Rp 40.000

Kompas.com - 05/06/2015, 11:05 WIB
Warga antre untuk mendaftar program BPJS. Tribun Pontianak/Galih Nofrio NandaWarga antre untuk mendaftar program BPJS.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki iuran kepesertaan program BPJS Kesehatan.

Institusi itu meminta agar pemerintah bisa menaikkan iuran BPJS Kesehatan dari saat ini Rp 19.000 menjadi Rp 27.500-Rp 40.000 per orang.

Fahmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan, mengatakan, permintaan perbaikan iuran tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan. Salah satunya, defisit anggaran yang dialami oleh BPJS Kesehatan.

Fahmi mengatakan, sejak program BPJS Kesehatan dilaksanakan, lembaga tersebut selalu mengalami defisit. Permasalahan tersebut dipicu oleh moral hazard yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat mampu dan sebenarnya punya asuransi komersial yang memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan karena ingin mendapat keuntungan.

Fahmi menghitung, akibat perbuatan tersebut, BPJS Kesehatan pada 2014 lalu mengalami defisit sampai Rp 3,3 triliun. "Defisit tersebut terjadi akibat mismatch antara pengeluaran dan iuran yang tidak seimbang," katanya, Kamis (4/6/2015).

Fahmi mengatakan, defisit tersebut selama ini baru ditutup dengan dana sebesar Rp 5,6 triliun yang merupakan dana cadangan BPJS Kesehatan.

"Kami ingin mismatch, pada masa mendatang, diatasi secara terstruktur, salah satunya dengan memperbaiki iuran peserta. Kami tidak ingin lagi mismatch ditutup dengan suntikan dana," katanya. (Agus Triyono)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Kontan
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X