Nama Tol Terpanjang di Indonesia, Cikapali atau Cipali?

Kompas.com - 07/06/2015, 08:56 WIB
Pintu Tol Palimanan dari ruas Tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer, akan dioperasikan pada 10 Juni 2015. Kondisi aktual pada Selasa (2/6/2015). HBA/Kompas.comPintu Tol Palimanan dari ruas Tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer, akan dioperasikan pada 10 Juni 2015. Kondisi aktual pada Selasa (2/6/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorEgidius Patnistik
WAJO, KOMPAS.com - Sebelum bulan puasa mendatang pemerintah akan meresmikan tol terpanjang di Indonesia yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Namun nama tol tersebut masih simpang siur di masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono menuturkan bahwa tol sepanjang 116 km itu adalah tol Cipali bukan Cikapali yang ramai diberitakan selama ini.

"Cipali ya sekarang (sebutannya) bukan Cikapali," kata Basuki usai meninjau Bendungan Gerak Danau Tempe bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6/2015).

Dia menjelaskan, nama Cipali itu diambil dari daerah titik awal dan daerah titik akhir tol tersebut, yaitu Cikopo-Palimanan. Selama ini, media seringkali menyebut tol yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Juni 201t itu dengan nama Cikapali dengan merujuk kepada Cikampek-Palimanan.

Menurut Basuki, Tol Cipali akan memperpendek jarak antara Jakarta-Brebes sepanjang 94 km. Jadi waktu tempuh Jakarta-Brebes diperkirakan bisa sekitar 4 jam. "Nanti dari Merak-Jakarta-Cikopo-Palimanan-Brebes, tol, tol, tol tidak keluar Pantura dan itu mudah-mudahan bisa mengurangi kepadatan minimal 40 persen (Pantura saat arus mudik)," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengkritik kepanjangan nama Tol Cipali, yakni Cikampek-Palimanan. Pasalnya, titik awal jalan tol sepanjang 116 kilometer ini berada di Desa Cikopo, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Seharusnya, kepanjangan Cipali adalah Cikopo-Palimanan.

"Karenanya, kami mendesak Pemerintah Pusat dan Jasa Marga menggunakan nama Cikopo-Palimanan saat melakukan peresmian proyek pembangunan Tol Cipali. Hal ini kami sampaikan jauh-jauh hari sebelum peresmian itu agar tidak terjadi kekeliruan," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kepada Kompas.com, Kamis.

Dedi menjelaskan, kekeliruan ini harus diluruskan. Jangan sampai kekeliruan serupa terulang seperti yang terjadi pada Tol Jakarta-Cikampek. Ia menilai, akhir dari jalan tol tersebut berada di Cikopo-Purwakarta, bukan Cikampek yang berada di bawah teritorial Karawang. Kekeliruan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Hentikan kesalahan dan kekeliruan menyebutkan nama daerah Cikopo dengan Cikampek karena itu.... berbeda. Cikopo berada di teritorial Purwakarta, sedangkan Cikampek masuk teritorial Karawang," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X