Kompas.com - 08/06/2015, 11:42 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pembahasan alot terkait iuran jaminan pensiun oleh BPJS Ketenagakerjaan terus berlangsung. Program kesejahteraan sosial bagi pekerja formal yang rencananya akan berjalan pada 1 Juli 2015 mendatang masih harus menunggu Peraturan Pemerintah yang sedang dibahas.

Sumber Kontan yang hadir dalam rapat pembahasan, akhir pekan lalu, menyebut rapat hanya memutuskan agar PP diterbitkan dalam waktu dekat. Namun, rapat yang berlangsung lebih dari dua jam itu juga belum memutuskan besaran iuran. Rapat itu dipimpin oleh Jokowi, Presiden RI dan Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI di Istana Bogor.

Besaran iuran yang selama ini diusulkan oleh penyelenggara jaminan sosial adalah sebesar 8 persen. Angka itu direstui oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan serikat pekerja. Namun, dunia usaha mengusulkan 1,5 persen, serta Kementerian Keuangan menyarankan 3 persen naik bertahap. "Besaran iuran ini sarat kepentingan," ujar sumber tersebut.

Pihak dunia usaha mengklaim, saat ini beban kesejahteraan pekerja cukup berat. Pihaknya harus mengongkosi program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Belum lagi, jaminan kesehatan nasional oleh BPJS Kesehatan yang diwajibkan sejak 1 Januari 2015 lalu. Selain itu, beberapa perusahaan bahkan mencadangkan pesangon dan jaminan pensiun pekerjanya di dana pensiun swasta.

Sekadar informasi, dari sekitar pekerja formal sebanyak 122 juta orang, kurang dari 15 juta yang mengikuti program wajib eks PT Jamsostek (Persero). Padahal, program ini telah berlangsung sejak tahun 1992 silam. Sementara, di dana pensiun swasta, sekitar 5 juta pekerja memiliki program pensiun yang bersifat opsional. (Christine Novita Nababan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.