Menteri Pertanian Akan Meja Hijaukan Spekulan Nakal

Kompas.com - 08/06/2015, 14:42 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel bersama-sama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasokan dan harga beras di Pasar Cibinong, Bogor, Rabu (20/5/2015). Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel bersama-sama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasokan dan harga beras di Pasar Cibinong, Bogor, Rabu (20/5/2015).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku akan menindak tegas para spekulan yang telah membuat harga-harga kebutuhan pokok meroket. Menurut dia, harga-harga kebutuhan pokok yang menjulang menjelang puasa dan Lebaran diakibatkan oleh para spekulan nakal yang menimbun bahan kebutuhan pokok demi keuntungan pribadi.

Namun, sebelum menindak tegas, lanjut Mentan, pihaknya akan mengajak bicara para spekulan itu agar tidak melakukan penimbunan yang menyebabkan kenaikan harga. Jika tidak, para spekulan nakal itu akan dibawa ke ranah hukum.

"Kita harus ajak bicara dulu para spekulan itu agar tidak menimbun. Kalau tidak bisa diajak bicara, ya kita akan selesaikan secara hukum," kata Mentan di sela inspeksi mendadak di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor Km 17, Jakarta Timur, Senin (8/6/2015).

Untuk penindakan tegas tersebut, Mentan Amran mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel.

"Kami sudah bicarakan dengan Mendag dan sepakat pedagang boleh untung, tapi jangan memberatkan masyarakat. Yang jelas, penimbunan yang dilakukan spekulan menyebabkan harga naik," ujar Mentan.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan strategi memastikan pasokan pangan aman dan merata agar ketersediaan selalu terjaga sehingga peluang para spekulan ini semakin sempit.

"Bila pasokan terus ada dan distribusi lancar, itu akan bisa menjaga stabilitas harga. Bagi daerah yang kekurangan pasokan, akan diambilkan dari daerah yang pasokannya lebih," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mentan meninjau Pasar Induk Kramat Jati untuk mengecek pasokan dan harga pangan menjelang bulan puasa dan Lebaran. Mentan menemukan adanya aksi spekulan terhadap harga bawang merah.

"Harga bawang merah di sini Rp 27.000 per kilogram. Tapi, hasil tinjauan kita beberapa waktu lalu di Brebes, harga bawang merah Rp 18.000 per kg," kata Amran di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor Km 17, Jakarta Timur, Senin (8/6/2015).

Mentan mengaku, perbedaan harga itu terjadi karena tengkulak yang memanfaatkan momentum jelang puasa dan Lebaran. Mereka ingin meraup keuntungan lebih besar ketimbang hari biasanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKP Proyeksi Investasi Sektor Bahari Capai Rp 6,02 Triliun Sepanjang 2021

KKP Proyeksi Investasi Sektor Bahari Capai Rp 6,02 Triliun Sepanjang 2021

Whats New
Wanti-wanti Skema Ponzi hingga Investasi Bodong, Jokowi Minta Pengawasan OJK Tidak Kendor

Wanti-wanti Skema Ponzi hingga Investasi Bodong, Jokowi Minta Pengawasan OJK Tidak Kendor

Whats New
Sri Mulyani Sebut Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp 113,38 Triliun, Jatim Paling Besar

Sri Mulyani Sebut Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp 113,38 Triliun, Jatim Paling Besar

Whats New
Ini Alasan Dibalik Motor Listrik Gojek Disewakan kepada Mitra Driver

Ini Alasan Dibalik Motor Listrik Gojek Disewakan kepada Mitra Driver

Whats New
Ini Bocoran Kriteria Calon Kepala Badan Otorita IKN

Ini Bocoran Kriteria Calon Kepala Badan Otorita IKN

Whats New
Terus Menguat, Harga Minyak Diproyeksi Tembus 100 Dollar AS per Barrel Tahun Ini

Terus Menguat, Harga Minyak Diproyeksi Tembus 100 Dollar AS per Barrel Tahun Ini

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Melonjak Rp 12.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Melonjak Rp 12.000 per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Mulai Bangkit, IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Hijau Pagi Ini

Mulai Bangkit, IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Hijau Pagi Ini

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Simak, Ini Cara Dapat Minyak Goreng Gratis di Indomaret

Simak, Ini Cara Dapat Minyak Goreng Gratis di Indomaret

Spend Smart
Anggota Komisi XI DPR Nilai Target Pajak pada 2022 Tak Perlu Direvisi

Anggota Komisi XI DPR Nilai Target Pajak pada 2022 Tak Perlu Direvisi

Whats New
 BEI: IPO Unicorn dan Centaur Diharapkan Berkontribusi pada Peningkatan Kapitalisasi Pasar

BEI: IPO Unicorn dan Centaur Diharapkan Berkontribusi pada Peningkatan Kapitalisasi Pasar

Whats New
Cara Daftar dan Input Data di SIPP BPJS Ketenagakerjaan secara Online

Cara Daftar dan Input Data di SIPP BPJS Ketenagakerjaan secara Online

Work Smart
Di Perhelatan G20, Kadin Pimpin Pertemuan Bisnis 20 Negara

Di Perhelatan G20, Kadin Pimpin Pertemuan Bisnis 20 Negara

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.