Pengamat: Siapa Pun Dirut Bulog, Target Penyerapan 4 Juta Ton Beras Sulit Tercapai

Kompas.com - 08/06/2015, 14:55 WIB
Dirut Umum Perum Bulog, Lenny Sugihat dalam acara Operasi Penyaluran Raskin dan Operasi Pasar Secara Serentak, Jakarta, Rabu (25/2/2015). Stefanno Dirut Umum Perum Bulog, Lenny Sugihat dalam acara Operasi Penyaluran Raskin dan Operasi Pasar Secara Serentak, Jakarta, Rabu (25/2/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOMPAS / HENDRA A SETYAWAN Para buruh angkut menata beras hasil penyerapan dari petani di Gudang Beras Bulog Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/6/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dikabarkan akan mengumumkan nama baru Direktur Utama Bulog hari ini, Senin (8/6/2015). Namun, pengamat pertanian Khudori meyakini, siapa pun bos baru Bulog yang ditunjuk tak akan mampu mencapai target yang diberikan pemerintah menyerap 4 juta ton beras petani.

"Selanjutnya siapa pun yang ditunjuk jadi Dirut Bulog saya tidak yakin akan mampu mencapai target itu jika instrumen kebijakan pemerintah yang ada tidak memungkinkan Bulog untuk melakukan pembelian beras sebesar itu," ujar Khudori seusai diskusi RRI Pangan Kita di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Menurut dia, target yang diberikan pemerintah kepada Bulog terlampau berat. Apalagi kata dia, pemerintah juga tak memberikan berbagai instrumen kebijakan kepada Bulog untuk mampu mencapai target itu. Tanpa adanya kebijakan pemrintah yang pro Bulog itu, Khudori yakin Dirut Bulog yang baru akan kesulitan menyerap 4 juta ton beras dari petani.

Sebenarnya, kata dia, fungsi Bulog sebagai BUMN yang tak boleh rugi dan fungsi Bulog menyerap beras petani sangat kontradiktif. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang pro Bulog sangat diperlukan agar fungsi Bulog menjaga stabilisasi harga pangan bisa maksimal.

Khudori bilang bahwa restrukturisasi Bulog harus dilakukan. Misalkan, kata dia, fungsi Bulog nantinya bisa masuk ke dalam lembaga pangan nasional yang saat ini sedang diperbincangkan.

"Ini bisa bersamaan dengan pembentukan kelembagaan pangan. Kemarin di Kementerian Pertanian, badan ketahanan pangan tidak dilantik. Saya menduga badan ketahanan pangan ini akan menjadi embrio lembaga pangan nasional. Nah, beberapa fungsi bulog bisa masuk kesitu. Saat lembaga ini terbentuk maka bulog bisa jadi operator badan ini," ucap Khudori.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian tersebut disebabkan lantaran tidak tercapainya pengadaan beras yang dilakukan oleh Bulog selama masa kepemimpinannya.

Direktur Pelayanan Publik Bulog Lely Pelitasari Soebekty mengatakan, Surat Keputusan pemberhentian Direktur Utama tersebut akan diserahkan pada Senin (8/6/2015).

Berdasarkan informasi lisan yang diterima Lely, Direktur Bulog diberhentikan karena tidak tercapainya target pengadaan beras yang dinilai tidak memenuhi harapan pemerintah, yakni 4 juta ton.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X