Garuda Indonesia Borong 90 Pesawat Senilai Rp 266 Triliun

Kompas.com - 16/06/2015, 10:01 WIB
Pesawat Garuda Indonesia KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat Garuda Indonesia
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Garuda Indonesia Tbk melakukan pemesanan pesawat  untuk memperkuat armadanya. Tidak tanggung-tanggung, maskapai pelat merah ini total memesan 90 pesawat.  Adapun nilai pesanannya mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 266 triliun (kurs Rp 13.300 per dollar AS). Angka ini merupakan rekor pembelian pesawat terbesar oleh Garuda.

Adapun rinciannya, 60 unit pesawat baru dari Boeing senilai 10,9 miliar dollar AS  terdiri  30 unit B787-900 Dreamliners (7,7 miliar dollar AS) dan B373 MAX 8 (3,2 miliar dollar AS). Kemudian 30 unit pesawat baru A350 XWB dari Airbus senilai 9 miliar dollar AS.

Direktur PT Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, pembelian pesawat dengan transaksi jumbo ini untuk mengganti pesawat lama.  "Ini merupakan bagian dari program revitalisasi Garuda Indonesia  untuk mendukung rencana masa depan perusahaan penerbangan untuk memperluas jaringan global," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2015)

Di sisi lain, pesawat baru diharapkan bisa menghemat bahan bakar, sekaligus mengangkut banyak penumpang, serta bisa menekan ongkos perawatan.

Dalam kalkulasi Garuda pesawat baru Boeing bisa menghemat 20 persen biaya operasional, sedang Airbus  25 persen.

Menurut Ariif,  pengembangan ini merupakan bagian dari revitalisasi dan pengembangan armada yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan kapasitas pada rute-rute jarak menengah dan jarak jauh. Kata Arif, pihaknya selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dengan mengoperasikan pesawat berusia rata-rata 5 tahun.

Pesawat B787-900 Dreamliners sendiri diklaim sebagai pesawat penumpang pertama yang menggunakan material komposit dalam proses konstruksinya. Alhasil dengan itu, badan pesawat menjadi lebih ringan dan dapat menghemat 20 persen penggunaan bahan bakar karena 20 persen emisinya lebih rendah.

Sementara itu, pesawat B737 MAX 8 adalah pengembangan dari B737-800NG menggabungkan teknologi mesin CFM International LEAP-1B terbaru, sayap Advanced Technology. Pesawat tersebut juga memiliki keunggulan teknologi terbaru yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan biaya operasional.

Pada kesempatan itu, Garuda Indonesia juga kembali memastikan pemesanan 50 pesawat berbadan sedang jenis serupa yang dilakukan pada Oktober 2014. Kata Arif, pemesanan tersebut akan digunakan untuk mengganti pesawat B737-800NG yang sudah berakhir masa sewanya. Rencananya pesawat pengganti itu akan tiba secara bertahap mulai 2017 hingga 2023. (RR Putri Werdiningsih/Avanti Nurdiana, Syamsul Ashar)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X