Menkeu: Bea Cukai Perannya Kecil, Tak Memperpanjang "Dwelling Time"

Kompas.com - 18/06/2015, 19:21 WIB
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro Icha RastikaMenteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengklaim kinerja Bea Cukai tidak turut menyumbang lambatnya dwelling time atau waktu bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia menyebut Bea Cukai berperan kecil dalam proses tersebut.

"Bea cukai perannya kecil, jadi enggak memperpanjang dwelling time. Malah kita turun terus kok," kata Bambang, di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Bambang menyalahkan otoritas pelabuhan yang dinilainya lebih banyak berperan dalam birokrasi bongkar muat barang ini.

"Ya Pelindo atau otoritas pelabuhan lah," kata Bambang.

Menurut dia, masalah yang membuat dwelling time menjadi lambat cenderung terjadi pada tahap pre customs clearance atau sebelum memasuki pemeriksaan kepabeanan dan cukai.

"Jadi kebanyakan masalah di pre clearence. Kadang-kadang post clearence juga masalah karena ditumbun dan enggak segera ditarik ke luar," ujar Bambang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo geram karena tak mendapat jawaban yang memuaskan dari pejabat di Pelabuhan Tanjung Priok soal pihak yang memperlambat dwelling time atau waktu tunggu kontainer. Kegeraman ini diperlihatkan Jokowi ketika memimpin rapat mendadak di Pusat Perencanaan dan Pengendalian Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (17/6/2015).

Presiden bahkan mengancam akan mencopot petugas lapangan hingga menteri yang tidak mau memperbaiki kondisi pelabuhan peti kemas. Sikap Jokowi ini mendapat respons positif dari para pengusaha logistik. Pasalnya, kondisi ini sudah lama terjadi dan mengakibatkan kelambanan serta tidak efisiennya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita mengatakan seharusnya Jokowi mencopot Direktur Pelindo II karena tidak mampu mengatasi persoalan ini. Ia mengatakan persoalan utama justru di tubuh Pelindo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X