Menteri BUMN Yakin Pertamina Mampu Danai Blok Mahakam

Kompas.com - 21/06/2015, 01:46 WIB
Platforms atau anjungan lepas pantai  milik TEPI berada di lapangan gas Jempang dan Metulang. Rig pengeboran gas akan masuk ke sini pada 21 April 2015. Jempang dan Metulang merupakan proyek ketiga TEPI di South Mahakam. Anjungan ini terdiri di tengah laut yang jaraknya 35 Km dari Balikpapan. Kompas.com/Dani JPlatforms atau anjungan lepas pantai milik TEPI berada di lapangan gas Jempang dan Metulang. Rig pengeboran gas akan masuk ke sini pada 21 April 2015. Jempang dan Metulang merupakan proyek ketiga TEPI di South Mahakam. Anjungan ini terdiri di tengah laut yang jaraknya 35 Km dari Balikpapan.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno yakin PT Pertamina (Persero) mampu mendanai alih kelola Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Alih kelola itu ditaksir membutuhkan investasi 2,5 miliar dollar AS per tahun atau setara Rp 32,5 triliun per tahun (kurs Rp 13.000).

Ditemui di sela-sela buka puasa bersama di kediamannya Widya Candra, Jakarta, Rini menuturkan, saat ini valuasi Blok Mahakam tengah dihitung. Investasi yang dibutuhkan cukup besar, yakni Rp 32,5 triliun per tahun. Terhadap hal ini, Rini mengakui tidak tertutup kemungkinan BUMN Migas tersebut akan melakukan pinjaman. “Mungkin ada pinjaman. Balance sheet Pertamina masih cukup baik untuk bisa menambah pinjaman itu. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” ucap Rini, Sabtu (20/6/2015).

Kini valuasi Mahakam tengah dihitung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Jadi, itu diselesaikan dulu. Tapi, kalau dalam kemampuan mendapatkan pembiayaan, saya enggak ragu. Pasti dapat dilakukan,” imbuh Rini.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto menuturkan, perseroan berharap menemukan cadangan baru di sekitar Blok Mahakam dengan cara melakukan investasi untuk pengeboran (drilling) blok yang ada maupun ekspansi terhadap blok yang belum tereksplorasi. “Kita perkirakan investasi tersebut mencapai 2,5 miliar dollar AS per tahun. Cadangannya akan berlangsung sampai 20 tahun yang akan datang, sampai dengan kontrak habis,” kata Dwi, Jumat (19/6/2015).

Dwi menjelaskan, setelah ditandatanganinya terms of condition, perseroan akan melakukan beberapa aktivitas di antaranya pengadaan barang dan jasa penunjang operasi, pergantian sistem teknologi informasi, hingga peralihan status sumber daya manusia (SDM). “Dari sisi SDM kami sampaikan, kami melakukan pemantauan dan sounding terhadap pekerja di Blok Mahakam. Nanti, ketika Pertamina masuk mereka akan menjadi karyawan Pertamina,” kata Dwi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X