Sertifikat Layak Fungsi Tol Cipali Dipertanyakan, Ini Kata Dirjen Bina Marga

Kompas.com - 22/06/2015, 14:18 WIB
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMORuas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya kecelakaan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) padahal baru seminggu diresmikan memunculkan pertanyaan. Apakah jalan tol terpanjang di Indonesia itu sudah layak fungsi atau belum.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerin Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W Husaini membantah Tol Cipali belum memiliki sertifikat layak fungsi seperti diamanatkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Menurut dia, tol sepanjang 116,7 km itu sudah melalui serangkaian kajian.

"Sudah, sudah punya (sertifikat layak fungsi). Sudah ada kajian layak, ada kajian fungsi dari jalan, dan dari desainnya adalah desain yang sudah standar jalan tol yang jauh lebih baik dibandingkan jalan nasional biasa," ujar Hediyanto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, pihak Kepolisian sudah menyelidiki keenam kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali. Hasilnya kata dia, kecelakaan tersebut bukan diakibatkan kondisi jalan tetapi karena faktor pengemudi.

"Bukan karena jalan, bukan karena belum diselesaikannya rest area. Mereka bisa tinggal di rest area kalah mau tapi belum ada tempat minumnya, belum ada SPBU-nya," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mempertanyakan apakah Tol Cipali sudah memiliki sertifikat layak fungsi atau belum. Jika belum, seharusnya jalan tol itu tak boleh dioperasikan.

"Direktorat Jenderal Bina Marga seharusnya menerbitkan sertifikat layak fungsi. (Tapi) Saya tidak tahu (sudah punya sertifikat layak fungsi atau belum)," ujar Danang dalam acara diskusi akhir pekan lalu, di Jakarta, Sabtu (20/6/2015).

Menurut dia, sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), setiap jalan yang tidak memiliki sertifikat layak fungsi terutama untuk geometri jalan, tak boleh beroperasi.

baca juga: Banyak Kecelakaan, Sertifikat Layak Fungsi Tol Cipali Dipertanyakan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X