Kompas.com - 22/06/2015, 21:13 WIB
Petugas di Stasiun kereta api Purwosari, Solo, Jumat (24/4/2015). KOMPAS.COM/ M WismabrataPetugas di Stasiun kereta api Purwosari, Solo, Jumat (24/4/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com --   PT Kereta Api Indonesia  Daerah Operasional (KAI Daop) I Jakarta khawatir, moda kereta api dari Jakarta-Cirebon dan sebaliknya terkena dampak penurunan jumlah penumpang usai rampungnya pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Bahkan, KAI khawatir kereta api Jakarta-Cirebon kolaps. "Waktu Tol Cipularang beroperasi kan, Kereta Argo Parahiangan, Argo Gede dan Parahiangan itu kan sempat kolaps... kekhawatiran pasti ada karena persaingan," ujar Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Bambang Setiyo Prayitno saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Bambang yang sempat bekerja di KAI Daop II Bandung merasakan betul dampak penurunan penumpang saat Tol Cipularang rampung 10 tahun silam. Saat itu kata dia, butuh waktu sampai 5 tahun agar kereta api Jakarta-Bandung kembali bangkit.

Meski khawatir, Bambang melihat adanya optimisme karena adanya perbedaan karakteristik antara Bandung dan Cirebon. Perbedaan itu lebih kepada jarak tempuh kedua kota di Jawa Barat itu. "Kalau Bandung-Jakarta kan kurang lebih dua setengah jam sampailah ya. Kalau Cirebon kan ini cukup lama," kata dia.

KAI Daop I pun kata dia sudah memiliki kalkulasi bisnis apabila terjadi penurunan jumlah penunjang akibat dampak beroperasinya Tol Cipali. Hal yang pasti dilakukan oleh KAI kata Bambang adalah meningkatkan pelayanan sehingga kepercayaan masyarakat menggunakan jasa kereta api tak pudar meski ruas tol terpanjang di Indonesia itu beroperasi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

Whats New
Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.