Pemerintah Diminta Segera Sediakan Listrik untuk PON di Papua

Kompas.com - 23/06/2015, 19:19 WIB
Ilustrasi PLTD. Alfian KartonoIlustrasi PLTD.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk mencukupi kebutuhan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan dihelat di Papua 2020 mendatang, Papua masih mengalami kekurangan listrik 30 megawatt (MW).

“Yang perlu disikapi cepat oleh Pemerintah Pusat adalah suplai PON yang akan diselenggarakan 2020 di Papua. Sangat diperlukan 30MW,” kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Dapil Papua, Tony Wardoyo, Selasa (23/6/2015).

Menurut Tony, saat ini pembangunan PLTU dan PLTG di Papua masih sangat terbatas. Tony mendesak pemerintah untuk segera mengantisipasi kebutuhan 2020 mendatang. Sebab, rencananya akan ada stadion utama di lima kota yang sudah ditetapkan, yakni di Jayapura, Wamena, Timika, Merauke, serta Biak.

“Kami sangat mengharapkan sekali ada peran aktif dari pemerintah pusat untuk membangun sumber listrk tersebut untuk menunjang rencana PON 2020 yang telah ditetapkan di Papua,” tegas Tony.

Selain untuk kebutuhan PON, dia juga menambahkan pembangunan pembangkit listrik sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan kawasan industri di Kabupaten Mimika, Papua.

“Begitupun dengan rencana smelter yang dalam waktu dekat ini harus dibangun di Mimika. Diperlukan PLTG 2x60MW yang bisa menyuplai kebutuhan dan menunjang smelter yang dibangun di Papua,” pungkas Tony.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X