Pertamina Siap Jalan Sendiri di Mahakam

Kompas.com - 23/06/2015, 20:35 WIB
Anjungan Blok Mahakam di laut lepas Kalimantan Timur, Selasa (21/5/2013).

KOMPAS/SUBUR TJAHJONOAnjungan Blok Mahakam di laut lepas Kalimantan Timur, Selasa (21/5/2013).
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pernyataan resmi dari pemerintah menyoal pembagian saham Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Jumat (19/6/2016) hingga kini belum Total E&P Indonesie dan Inpex Corporations belum memberikan respons. VP Corporate Communications PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro menuturkan, BUMN migas itu siap mengelola Mahakam sendiri jika kemungkinannya adalah Total dan Inpex tidak turut serta dalam pengelolaan Blok Mahakam. "Kita sih siap kalau Total-Inpex tidak mau ngambil 30 persen. Ya Pertamina sendiri," kata Wianda ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Wianda mengatakan, saat ini Pertamina siap untuk mendengar respons operator existing atau operator yang masih terikat kontrak atas keputusan pemerintah. Pertamina berharap kedua operator segera memberikan tanggapan segera. Sebab, setelah itu dibutuhkan proses panjang seperti valuasi aset. "Karena nanti akan ada tim yang mengkaji dan dibantu SKK Migas untuk alih kelola. Tapi apabila persiapan ini tidak berjalan sesuai rencana, kalau Pertamina harus mengelola sendiri kita siap," ucap Wianda.

Wianda menambahkan, Pertamina sangat siap untuk duduk bersama Total dan Inpex dalam pembahasan pembagian porsi saham atau share down Blok Mahakam. "Pertamina tidak bisa menunggu terlalu lama," kata dia.

Sementara itu, terkait soal karyawan Total di Blok Mahakam saat ini, Wianda memastikan semuanya akan menjadi karyawan PT Pertamina (Persero), walaupun Total-Inpex batal ikut kelola Mahakam. "Kita mengacu seperti saat ngambil ONWJ dari British Petroleum pada 2009. Mereka dulu 100 persen masuk ke Pertamina, 400 orang," lanjut Wianda.

Menurut Wianda, pihak serikat pekerja Blok Mahakam sudah bertemu dengan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto untuk memberikan dukungan kepada Pertamina. "Kami pada intinya siap mengerjakan sendiri. Tapi kita ingin ada timeline yang jelas," demikian Wianda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X