Terlalu Mahal, Porsi Saham Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation

Kompas.com - 23/06/2015, 20:47 WIB
Platforms atau anjungan lepas pantai  milik TEPI berada di lapangan gas Jempang dan Metulang. Rig pengeboran gas akan masuk ke sini pada 21 April 2015. Jempang dan Metulang merupakan proyek ketiga TEPI di South Mahakam. Anjungan ini terdiri di tengah laut yang jaraknya 35 Km dari Balikpapan. Kompas.com/Dani JPlatforms atau anjungan lepas pantai milik TEPI berada di lapangan gas Jempang dan Metulang. Rig pengeboran gas akan masuk ke sini pada 21 April 2015. Jempang dan Metulang merupakan proyek ketiga TEPI di South Mahakam. Anjungan ini terdiri di tengah laut yang jaraknya 35 Km dari Balikpapan.
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) meminta Presiden Joko Widodo segera mengoreksi keputusan pembagian porsi saham atau share down pengelolaan Blok Mahakam Kalimantan Timur yang menjadikan pengelolaan Blok Mahakam tidak 100 persen kepada PT Pertamina (Persero) sesuai Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2014. Presiden FSPPB Eko Wahyu Laksmono menyayangkan keputusan pemerintah yang menyebut Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation masih bisa mendapatkan saham 30 persen.

Kendati tidak gratis, Eko memandang keputusan tersebut sebagai sebuah paksaan. Menurut Eko, alih kelola Blok Mahakam ini sangat penting. Sebab, kalau BUMN bisa mengambil 100 persen saham di Blok Mahakam,  upaya tersebut akan diikuti blok-blok lain. “Siaran pers Menteri ESDM sungguh mengecewakan. Apa salah kami sehingga Pertamina tidak diberikan kepercayaan?” kata Eko, dalam konferensi pers, Selasa (23/6/2015).

Eko mengatakan, penting bagi Indonesia untuk menguasai 100 persen blok minyak dan gas (migas) di Indonesia. Sebab, saat ini penguasaan migas oleh asing sudah mendominasi 85 persen, sedangkan BUMN migas hanya 15 persen.

Eko menuturkan tidak susah bagi Pertamina untuk mengoperasikan Blok Mahakam. Pertamina sudah memiliki pengalaman dalam meningkatkan produksi blok lepas pantai utara Jawa ONWJ setelah diambil alih dari British Petroleum (BP). Bahkan menurut Eko, lapangan migas Mahakam tidak lebih sulit daripada ONWJ. “Jenis lapangan di Mahakam bukan susah. Training seminggu-sebulan selesai. Kalau share down 30 persen terlalu mahal. Untuk sharing pengalaman, reason 30 persen sungguh menggelikan. Tidak masuk akal,” ucap Eko.

Dalam kesempatan sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Faisal Yusra yakin operator Pertamina dapat mengoperasikan Blok Mahakam. “Karena bukan di offshore lepas, cuma di pinggir pantai. Kami pengalaman dengan WMO. Tidak masalah kalau tidak ada Total di sana (Mahakam),” ujar Faisal.

Faisal mengatakan dengan tegas, Pertamina tidak bersikap anti terhadap asing. Sebab, dalam sejumlah proyek, Pertamina juga bekerja sama dengan asing. Akan tetapi, jika dikatakan bahwa Pertamina ingin memiliki 100 persen Blok Mahakam adalah nasionalisme sempit, Faisal menolaknya. “Nasionalisme sempit adalah kata-kata yang dikarang-karang,” kata Faisal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maskapai Minta Pemerintah Gulirkan Beragam Insentif Secepatnya

Maskapai Minta Pemerintah Gulirkan Beragam Insentif Secepatnya

Whats New
Kesempatan UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Makin Terbuka

Kesempatan UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Makin Terbuka

Whats New
Penyelundupan Benur Marak, KKP Lepasliarkan Lagi Ribuan Benih Lobster

Penyelundupan Benur Marak, KKP Lepasliarkan Lagi Ribuan Benih Lobster

Whats New
Investor Pemula, Hati-hati Fenomena 'Pompom' Saham

Investor Pemula, Hati-hati Fenomena "Pompom" Saham

Whats New
Berapa Proporsi Investasi Emas yang Ideal untuk Karyawan?

Berapa Proporsi Investasi Emas yang Ideal untuk Karyawan?

Earn Smart
Ingin Jajan Enak Tanpa Takut Boros? Manfaatkan Promo 3.3 Pesta Cashback ShopeePay

Ingin Jajan Enak Tanpa Takut Boros? Manfaatkan Promo 3.3 Pesta Cashback ShopeePay

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Pamer Gaji di Media Sosial | Netizen Indonesia Tidak Sopan | Menghindari dan Mengatasi FOMO

[POPULER DI KOMPASIANA] Pamer Gaji di Media Sosial | Netizen Indonesia Tidak Sopan | Menghindari dan Mengatasi FOMO

Rilis
BCA Imbau Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe ke Chip Secepatnya

BCA Imbau Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe ke Chip Secepatnya

Whats New
Selama Pandemi, Warung Mitra Bukalapak Meningkat 4 Juta Pelapak

Selama Pandemi, Warung Mitra Bukalapak Meningkat 4 Juta Pelapak

Whats New
Pamer Cupang, Erick Thohir Teringat Masa Awal Coba Berbisnis

Pamer Cupang, Erick Thohir Teringat Masa Awal Coba Berbisnis

Whats New
Gandeng BRI, TaniFund Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Petani dan UMKM

Gandeng BRI, TaniFund Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Petani dan UMKM

Rilis
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Mau Dibuka, Jangan Lupa Persiapannya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Mau Dibuka, Jangan Lupa Persiapannya

Whats New
Bayar Biaya Nikah KUA Bisa Via Bukalapak, Simak Caranya

Bayar Biaya Nikah KUA Bisa Via Bukalapak, Simak Caranya

Whats New
Hati-hati Terjebak Skema Money Game seperti Vtube dan TikTok Cash

Hati-hati Terjebak Skema Money Game seperti Vtube dan TikTok Cash

Earn Smart
Resmi, Ini Cara Dapat Diskon PPnBM Mobil dari Sri Mulyani

Resmi, Ini Cara Dapat Diskon PPnBM Mobil dari Sri Mulyani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X