BPS: Produksi Padi 2015 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Kompas.com - 02/07/2015, 10:43 WIB
Kepala BPS Suryamin di kantor BPS Jakarta, Rabu (1/7/2015). Dok KementanKepala BPS Suryamin di kantor BPS Jakarta, Rabu (1/7/2015).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka produksi padi pada 2015 akan meningkat 6,64% atau sebanyak 75,55 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data BPS, angka ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

"Kenaikan 6,64 persen ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Produksi padi gabah kering giling 2014 sebanyak 70,85 juta ton atau turun 0,43 juta ton dibanding 2013,” ujar Kepala BPS Suryamin di kantornya, Rabu (1/7/2015).

BPS berharap Upaya Khusus (Upsus) yang diupayakan Kementerian Pertanian konsisten meningkatkan produksi pangan. Upaya khusus itu, berupa pemberian benih, dan pupuk serta alat mesin pertanian kepada petani.

"Pemerintah kan sudah melakukan beberapa upaya khusus meningkatkan produksi dengan membantu benih, pupuk, alat mesin pertanian seperti traktor, pompa air, dan lainnya," paparnya.

Selain itu, lanjut Suryamin, lahan pertanian diperkirakan akan bertambah 512.057 hektare menjadi 14,3 juta hektare dari 13,7 juta hektare pada tahun 2014 turut andil dalam meningkatkan produksi padi. Akibatnya, terjadi kenaikan produktivitas padi sebesar 2,16 kuintal per hektare atau 4,36%.

BPS mencatat, ada lima provinsi yang mengalami peningkatan produksi padi tertinggi hingga Juni tahun ini. Kelima provinsi tersebut adalah Lampung, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Ada kenaikan tertinggi di lima provinsi dari 17 provinsi yang memiliki potensi melakukan peningkatan produksi cukup signifikan," ujar Suryamin.

Dia menjelaskan, di Lampung, angka produksi padi meningkat menjadi sebanyak 541.000 ton pada periode Januari-Juni tahun 2015. Selanjutnya, total produksi padi di Jawa Barat pada semester I tahun ini tercatat sebanyak 373.000 ton. Kemudian Sumatera Selatan sebanyak 434.000 ton.

"Lalu sumber lumbung padi, Jawa Tengah sebanyak 954.000 ton. Selain itu, lumbung padi lainnya, yakni Jawa Timur sebanyak 381.000 ton," katanya.

Suryamin berharap, prediksi datangnya angin topan el nino tak berakibat fatal bagi pertanian.

"Kami harap prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika efek el nino moderat itu benar," harapnya.

Selain padi, produksi jagung juga diperkirakan meningkat 1,66 juta ton atau 8,72 persen di angka 20,67 juta ton. Sedangkan kedelai, produksi tahun ini diperkirakan sebanyak 998.870 ton biji kering, atau meningkat sebanyak 43.870 ton atau 4,59% dibandingkan tahun lalu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X