Menteri Jonan: Saya Selalu Berkomunikasi dengan Menko Perekonomian

Kompas.com - 15/07/2015, 08:34 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menunjukkan tiket saat meninjau Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, usai peresmian, Senin (6/7/2015). Stasiun ini baru saja rampung direvitalisasi yang menghabiskan sekitar Rp 36 miliar dana APBN. TRIBUNNEWS / HERUDINMenteri Perhubungan Ignasius Jonan menunjukkan tiket saat meninjau Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, usai peresmian, Senin (6/7/2015). Stasiun ini baru saja rampung direvitalisasi yang menghabiskan sekitar Rp 36 miliar dana APBN.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com -
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mempertanyakan pengamat ekonomi Faisal Basri yang menyatakan bahwa ia termasuk menteri yang tidak patuh dalam menjalankan tugas. Jonan mengatakan, selama ini ia selalu berkomunikasi dengan Menko Perekonomian Sofyan Djalil terkait berbagai tugasnya. (Baca: Dituding Faisal Basri Tak Mau Diajak Rapat oleh Menko, Ini Jawaban Jonan)

"Saya kira, Faisal Basri yang saya kenal tidak akan berkomentar yang bukan dalam domainnya Apakah Beliau diminta Menko Sifyan Djalil untuk mengatakan secara terbuka? Saya pernah hadir beberapa kali dalam rapat yang dipimpin Menko Perekonomian. Namun, apabila saya berhalangan, Kemenhub selalu mengirimkan minimal seorang pejabat eselon 1 untuk mewakili saya," kata Jonan, di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Menurut Jonan, selama ini, ia berkomunikasi melalui pesan singkat mau pun telepon dengan Menko Perekonomian jika berhalangan hadir mengikuti rapat.

"Saya selalu berkomunikasi langsung via telepon atau pun pesan pendek langsung ke Menko Perekonomian apabila saya berhalangan hadir. Satu hal yang pernah saya sampaikan kepada Menko Perekonomian agar pengiriman faksimile undangan rapat jangan terlalu dekat dengan tanggal acara, karena sering faksimile diterima kurang dari sehari sebelum pertemuan," kata Jonan.

Sebelumnya, Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri, menilai, ada sejumlah menteri Kabinet Kerja yang tidak patuh dalam melakukan tugasnya. Menurut Faisal, informasi itu ia peroleh langsung dari dalam lingkaran Istana.

Faisal mengungkapkan, menteri yang tidak patuh adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Kedua menteri ini disebut Faisal selalu menolak saat diminta rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

Staf Khusus Menhub, Hadi M Djuraid, pun telah menyampaikan bantahan atas tudingan yang diucapkan Faisal Basri. Hadi menjelaskan, jika Jonan tidak menghadiri beberapa undangan rapat Menko Perekonomian, semata-mata karena sedang mengadakan perjalan dinas di luar Jakarta atau pada saat yang sama sudah ada agenda penting yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X