Menko Kemaritiman Sambut Kedatangan Satgas KJK

Kompas.com - 22/07/2015, 16:53 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -- Industri galangan kapal nasional belum berkembang pesat bila dibandingkan beberapa negara besar lainnya. Saat ini, konsentrasi industri tersebut masih terpusat di Batam dan belum meluas keberbagai daerah lainnya.
Namun, baru-baru ini, KRI 592 Banjarmasin yang merupakan kapal buatan industri dalam negeri, berhasil melakukan pelayaran jauh hingga ke Milan, Italia dan kembali ke Indonesia. Saat ini kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, KRI 592 Banjarmasin tercatat sebagai kapal Landing Platform Dock (LDP) buatan Indonesia yang paling jauh berlayar.
YOGA SUKMANA/KOMPAS.COMJAKARTA, KOMPAS.com -- Industri galangan kapal nasional belum berkembang pesat bila dibandingkan beberapa negara besar lainnya. Saat ini, konsentrasi industri tersebut masih terpusat di Batam dan belum meluas keberbagai daerah lainnya. Namun, baru-baru ini, KRI 592 Banjarmasin yang merupakan kapal buatan industri dalam negeri, berhasil melakukan pelayaran jauh hingga ke Milan, Italia dan kembali ke Indonesia. Saat ini kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, KRI 592 Banjarmasin tercatat sebagai kapal Landing Platform Dock (LDP) buatan Indonesia yang paling jauh berlayar. "Ini kapal LPD buatan Indonesia yang paling jauh berlayar. Ini kapal buatan Surabaya," ujar Indroyono usai menyambut kedatangan Satuan Tugas (Satgas) Kartika Jala Krida (KJK) dari World Expo Milano (WEM) 2015 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2015). Lebih lanjut kata Menko, total jarak pelayaran yang ditempuh KRI 592 Banjarmasin mencapai 17.000 nautical mile. Apabila dikonversi ke kilometer maka jarak yang ditempuh sepanjang 30.600 kilometer (1 nautical mile sama dengan 1,8 km). Rutenya pelayarannya yaitu Surabaya-Belawan-Cochin (India)-Salalah (Oman)-Alexandria (Mesir)-Genoa (Italia). Kemudian dari Genoa meniju Jeddah (Arab Saudi)-Karachi (Pakistan)-Padang-Jakarta dan kembali ke Surabaya. KRI 592 Banjarmasin merupakan kapal perang TNI AL pertama buatan PT PAL Indonesia yang berpusat di Surabaya. Kapal tersebut selesai di buat pada tahun 2007 silam dan diserahkan kepada TNI AL pada 2009. KRI Banjarmasin memiliki bobot bersih 7.300 ton, dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter. Kapal ini dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan beserta kendaraan tempur dan kelengkapannya.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA. KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo memimpin upacara penyambutan kepulangan Satuan Tugas (Satgas) Kartika Jala Krida (KJK) 2015 dari World Expo Milano (WEM) di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2015). Kedatangan Satgas KJK itu lantas membuat Indroyono terkenang dengan keberhasilan KRI Dewa Ruci melakukan pelayaran keliling dunia pada tahun 1964 silam.

Bahkan, dia tak canggung menyebut semua awak kapal yang tergabung dalam Satgas KJK telah mengikuti jejak awak kapal layar legendaris Indonesia itu. "Kalian mengulang sejarah 51 silam. Saat itu KRI Dewa Ruci melakukan operasi keliling dunia dan ikut dalam New York World Fair 1964 di New York. Sekarang 51 tahun kemudian, kalian ikut dalam World Milan Expo khususnya World Ocean Day di Milan 7 sampai 9 Juni 2015 lalu," ujar Indroyono saat memberi sambutan dalam upacara penyambutan tersebut.

Lebih lanjut, atas nama pemerintah dan negara, Indroyono mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas KJK. Menurut Menko, seluruh anggota telah mengharumkan nama Indonesia dengan memperkenalkan berbagai hal tentang Indonesia di setiap negara yang dilabuhinya. "Kalian telah menunjukkan kepada dunia. menunjukkan negara maritim terbesar di dunia yaitu Indonesia," kata Indroyono.

Satgas KJK WEM 2015 merupakan tim yang mewakili Indonesia dalam World Ocean Day di World Expo Milano 2015. Dalam perjalanan menuju Italia, Satgas KJK WEM 2015 menggunakan KRI-592 Banjarmasin. Kapal perang itu buatan Indonesia.

Dalam perjalanannya, Satgas singgah di beberapa kota sebelum tiba di Genoa-Italia yakni di Cochin-India, Djibouti, dan Alexandria-Mesir. Sementara itu saat rute kembali, KRI-592 Banjarmasin singgah di Jeddah, Arab Saudi dan Karachi, Pakistan. Di setiap kota persinggahahan itu, Satgas melakukan banyak acara mulai dari courtesy call, open ship, olah raga persahabatan, hingga malam kesenian dan kirab kota.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X