"Kita sekarang mau kejar kereta LRT Cibubur-Dukuh Atas. Itu mintanya pemerintah groundbreaking 17 Agustus 2015. Kita harus kerja keras untuk mengejar izin. Kita tunggu revisi Perpres. Kemudian baru ngurus izin ke Pemda sampai Kemenhub," ujar Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarman disela-sela acara halalbihalal Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Menurut dia, proyek LRT tersebut akan dikerjakan dengan skema pengerjaan oleh Adhi namun nantinya akan dibeli oleh pemerintah. Dengan selama tersebut kata dia, nantinya harga tiket LRT tak akan lagi kadi masalah karena akan disubsidi pemerintah.
"Nanti sistemnya kita inginnya dibayar sebagian di tengah jalan atau tahun 2016. Dana itu kemudian dipakai untuk mengerjakan rute LRT jalur Bekasi Timur-Cawang. Terus nyambung dari Dukuh atas lewat Palmerah sampai Senayan," kata dia.
Adhi Karya tidak main-main menggarap proyek pembangunan LRT. Bahkan, ucap Kiswodarman, Adhi Karya sampai mengirimkan beberapa pekerjanya untuk sekolah ke Singapura dan Tiongkok belajar pengelolaan LRT.
Sementara untuk dana proyek tersebut, Kiswodarman menyebutkan, proyek LRT Cibubur-Dukuh Atas menelan dana sekitar Rp 7 triliun. Namun, Adhi Karya tak kesulitan terkait pendanaan proyek tersebut karena sudah mendapatkan dana Penanaman Modal Negara (PMN) dan dukungan dari Bank Mandiri.
"Target selesai pembangunan untuk tahap 1 sebelum MRT Jakarta beroperasi. Sedangkan target keseluruhan jaringan sampai Grogol dan Bogor selesai sebelum pemerintahan berakhir," ucap dia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.