Garuda Indonesia Akhirnya Raup Laba

Kompas.com - 29/07/2015, 15:02 WIB
Pesawat ATR 72-600 Megandika WicaksonoPesawat ATR 72-600 "Explore" dari Garuda Indonesia mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (1/11). Pesawat itu berkapasitas 70 kursi kelas ekonomi. Garuda Indonesia membuka rute penerbangan intra Kalimantan dengan rute Balikpapan-Palangkaraya-Pontianak-Putussibau.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai rugi triliunan rupiah pada 2014 lalu, tahun ini keuangan Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mulai membaik. Pada semester I-2015 ini, Garuda membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar 29,3 juta dollar AS atau Rp 392,6 miliar dengan kurs Rp 13.400 per dollar AS.

Menurut Garuda, angka tersebut meningkat 114,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana saat itu Garuda merugi 201,3 juta dollar AS. Peningkatan pendapatan itu ditandai dengan meningkatnya market share Garuda.

Di pasar domestik, market share Garuda 44 persen. Sementara di pasar internasional 28 persen.

Selain itu kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arief Wibowo, penurunan harga minyak dunia menjadi faktor turunnya biaya operasi perusahaan.

"Dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) mengasumsikan harga minyak 77 sen per liter. Ternyata saat ini jauh dibawah itu (harga minyak)," ujar Arif di Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Saat ini Garuda juga sudah melakukan lindung nilai atau hedging bahan bakar atau fuel untuk mencegah kerugian besar akibat pelemahan rupiah. Hingga saat ini, dari 1,8 juta liter bahan bakar per tahun, 27 persen diantara sudah dilakukan lindung nilai.

Sementara itu pendapatan usaha Garuda tercatat sebesar 1,84 miliar dollar AS, meningkat 4,7 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 1,76 miliar dolar AS.

Adapun beban usaha juga turun 11,6 persen, dari 1,99 miliar dollar AS pada 2014 menjadi 1,76 miliar dollar AS tahun 2015.

Kemudian jumlah penumpang yang diangkut Garuda pada semester 1-2015 mencapai 15,9 juta penumpang atau naik 19,5 persen dibanding tahun lalu sebesar 13,3 juta penumpang.

Selain itu, tingkat isian penumpang atau seat load factor juga melonjak 75,8 persen dari tahun lalu yang hanya 69 persen.

Tahun lalu, Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar 371,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,87 triliun (kurs Rp 13.100 per dollar AS) selama tahun buku 2014.Kerugian itu berdasarkan Laporan keuangan Garuda selama 2014 yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia.  Pada tahun 2013 Garuda sendiri meraup laba hingga 13,583 juta dollar AS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X