Beli Ribuan Bus dengan "e-catalogue", Jonan Hemat Rp 230 Miliar

Kompas.com - 29/07/2015, 17:46 WIB
Salah satu bus yang tengah dirakit di pabrik perusahaan karoseri CV Laksana, di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015) Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu bus yang tengah dirakit di pabrik perusahaan karoseri CV Laksana, di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

UNGARAN, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebut semua proyek pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Kemenhub telah dilakukan melalui program e-catalogue di Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Menurut dia, program e-catalogue telah membuat instansinya mampu melakukan banyak penghematan. Salah satunya pada proyek pengadaan 1.000 bus berstandar bus rapid transit (BRT).

Menurut Jonan, pada program tersebut instansinya telah melakukan penghematan hingga Rp 230 miliar. "Kita hemat Rp 230 miliar tanpa tender," ujar dia di acara peresmian proyek perakitan 1.000 bus berstandar bus rapid transit (BRT), di pabrik karoseri bus CV Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015).

Pada tempat yang sama, Kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan Kemenhub merupakan kementerian dengan penggunaan jasa e-catalogue LKPP tertinggi. Ia menyebut tingginya tingkat penggunaan e-catalogue oleh Kemenhub disebabkan karena Jonan sangat paham betapa mudahnya menggunakan sistem tersebut. Salah satunya adalah cepatnya proses pengadaan karena tidak perlunya pengadakan lelang.

Karena saat akan membeli barang, pengguna anggaran tinggal menunjuk barang yang diinginkannya sesuai dengan yang ada di katalog.

"Kalau lelang bisa berbulan-bulan, kalau sekarang bisa ditunjuk. Kalau harga juga bisa beli yang lebih mahal, tapi sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan. Kalau tender tidak bisa beli yang harga tinggi karena harus harga terendah," ujar Agus.

Agus mengatakan berdasarkan data yang mereka miliki, saat ini sudah ada sekitar 40.000 produk yang disediakan dalam e-catalogue. "Kami buat e-catalogue yang bisa diakses secara elektronik. Di sana sudah ada spesifikasi barang dan harganya," kata Agus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.