Menkeu Luncurkan Sistem Informasi Manajemen Aset Negara

Kompas.com - 30/07/2015, 11:39 WIB
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro KOMPAS.com/Indra AkuntonoMenteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro meresmikan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) serta Transformasi Kelembagaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), pada hari ketiga Digital Day 2015, pada Kamis (30/7/2015).

Aplikasi SIMAN membantu proses pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) menjadi lebih cepat, efisien dan terdokumentasi secara digital. SIMAN mendukung proses pengelolaan BMN, yang meliputi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengatausahaan, penghapusan, dan pemindahtanganan aset negara berbasis internet yang dapat diakses oleh pengelola dan pengguna.

Selain itu, SIMAN mengintegrasikan proses pengelolaan BMN ke dalam satu sistem. SIMAN juga memberikan data BMN untuk kebutuhan manajemen aset hingga pengelolaan BMN dapat dipantau secara online oleh pengguna maupun pengelola.

Sekurang-kurangnya ada 10 fitur pengelolaan BMN yang didukung BMN, meliputi perencanaan kebutuhan BMN, permohonan penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan dan penghapusan BMN. Selain itu, fitur lainnya yakni master asset, pemantauan aset, penelusuran aset, penatausahaan BMN yang menjadi underlying asset SBSN, pemutakhiran aset, inventarisasi, pengawasan dan pengendalian, serta penatausahaan idle asset (pengelola).

Dalam pidato kuncinya, Bambang mengatakan, peran strategis pengelola fiskal dalam hal ini Kementerian Keuangan menjadi faktor kunci penyelenggaraan negara.

Di sisi lain, Bambang menambahkan, menghadapi ketidakpastian dan gejolak global, setiap negara dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih efisien. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan tersebut diperlukan digitalisasi dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dia menjelaskan, dalam sebuah survei tentang pengaruh TIK terhadap perekonomian negara, Indonesia menduduki peringkat 65 dari 70 negara yang disurvei.

“Jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat 10 dan masih di bawah seluruh negara-negara di ASEAN,” kata Bambang.

Atas dasar itu, diperlukan peningkatan penggunaan TIK. Bambang mengatakan, digitalisasi mensyaratkan suprastruktur yang memadai. Digitalisasi bukan hanya soal aksi komputerisasi namun juga berubahan paradigma dalam kinerja, salah satunya adalah disiplin anggaran.

“Saya menyambut baik peluncuran aplisasi SIMAN, agak pengelolaan kekayaan negara lebih efektif dan optimal,” ucap Bambang.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Sony Loho menuturkan, aplikasi SIMAN diharapkan bisa menjadi ekspansi dari fungsi BMN. Aplikasi ini dapat digunakan untuk seluruh proses pengelolaan BMN. “Sasarannya adalah meningkatkan tatakelola BMN. Aplikasi ini dapat diakses kapan saja dan di mana saja, di seluruh Kementerian/Lembaga,” kata Sony.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X