Kompas.com - 06/08/2015, 15:11 WIB
Kelapa sawit PT Sumber Kharisma Persada, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (14/2/2015).
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKelapa sawit PT Sumber Kharisma Persada, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (14/2/2015).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 2020 diperkirakan bakal mencapai 40 juta ton. Hal ini sejalan dengan program nasional dan roadmap hilirisasi CPO yang telah ditetapkan pemerintah tahun 2010 lalu.

Pranata, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian (Kemperin) mengatakan, dalam roadmap tersebut diproyeksikan rata-rata produksi CPO tumbuh sebesar 6,8 persen per tahun.

"Sehingga pada 2020 produksi diperkirakan 40 juta ton," ujar Pranata saat memberikan sambutan pada acara The 3rd Indonesia International Palm Oil Machinery Processing & Technology Exhibition, Kamis (6/8/2015).

Sesuai roadmap, untuk meningkatkan produksi CPO adalah terus mengembangkan produk hilirisasi, sehingga produksi di hulu menjadi meningkat. "Pada 2011 produk turunan kelapa sawit ada 54 jenis. Lalu tahun lalu jumlahnya meningkat pesat menjadi 154 produk turunan," ujar Pranata.

Indonesia saat ini merupakan produsen CPO terbesar dunia dengan produksi mencapai 32 juta ton pada 2014. Sementara itu berdasarkan data yang diolah GAPKI, total ekspor CPO dan turunannya asal Indonesia pada tahun 2014 mencapai 21,7 juta ton.

Secara rata-rata ekspor minyak sawit dan produk turunannya berkontribusi sekitar 20 persen dari total nilai ekspor produk industri non migas. Pada 2011, persentase perbandingan volume ekspor minyak sawit dengan ekspor olahan minyak sawit sekitar 70:30. Dua tahun kemudian porsinya menjadi terbalik 30:70. (Benediktus Krisna Yogatama)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.