Pimpinan DPR Harap "Reshuffle" Bangkitkan Ekonomi yang Terpuruk

Kompas.com - 13/08/2015, 10:26 WIB
Dari kiri ke kanan: Thomas Lembong (Menteri Perdagangan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Polhukam), Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Rizal Ramli (Menko Kemaritiman), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), dan Sofyan Djalil (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago). SETKABDari kiri ke kanan: Thomas Lembong (Menteri Perdagangan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Polhukam), Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Rizal Ramli (Menko Kemaritiman), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), dan Sofyan Djalil (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai, perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ditujukan pada perbaikan kinerja di bidang ekonomi. Agus berharap langkah reshuffle dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan.

"Mudah-mudahan kebijakannya bisa mengatasi kondisi ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk. Apalagi rupiah jatuh dan kita sampai saat ini tidak mampu recovery," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Agus meyakini, reshuffle yang dilakukan Jokowi sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang. Ia menilai, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli banyak berkecimpung dalam bidang ekonomi sehingga diharapkan kebijakan yang dikeluarkannya bisa mengatasi kondisi ekonomi yang terpuruk.

Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, juga diyakininya bisa bekerja dengan baik karena yang bersangkutan telah menggeluti bidang ekonomi sejak lama. (baca: Menteri Bidang Ekonomi Diminta Pulihkan Daya Beli dan Dorong Sektor Riil)

"Reshuffle merupakan kewenangan Pak Jokowi sehingga apa yang diberikan tentu diyakini bisa memperbaiki perekonomian," ucapnya.

Agus meminta agar par menteri yang baru dilantik tidak diganggu. DPR, kata dia, akan melihat kinerja mereka selama beberapa bulan kedepan. Jika ada kebijakan dan cara kerja yang salah, baru DPR akan mengoreksi. (baca: Fadli Zon Nilai Jokowi Salah Copot Menteri)

"Jadi biar lah menteri-menteri ini bekerja dulu," ucap Politisi Partai Demokrat ini.

Presiden Jokowi sudah melantik enam menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Kerja, Rabu (12/8/2015). Kementerian yang dirombak mayoritas membidangi ekonomi. Ekonom Rizal Ramli dilantik sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal menggantikan posisi Indroyono Soesilo.

Selanjutnya, Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Sementara Sofjan Djalil, yang sebelumnya menjabat Menko Perekonomian, dilantik sebagai Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.

Adapun mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dilantik sebagai Menko Perekonomian. Di bidang lain, Luhut Binsar Pandjaitan dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijanto.

Luhut akan merangkap jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, yang ia jabat sebelumnya. Kemudian, Pramono Anung, politisi PDI-P, dilantik menjadi Sekretaris Kabinet. Pramono menggantikan posisi Andi Widjajanto.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X