Pemerintah: Tol Laut Tak Akan Abaikan Pelayaran Rakyat

Kompas.com - 18/08/2015, 14:10 WIB
Beberapa pemudik yang diduga tidak memiliki tiket berusaha naik ke dalam KM Pangrango yang sedang bergerak meninggalkan Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Selasa (14/7). Petugas kewalahan menghentikan mereka. Kapal milik PT Pelni itu akan berlayar menuju Pulau Naira, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah. Angkutan MudikBeberapa pemudik yang diduga tidak memiliki tiket berusaha naik ke dalam KM Pangrango yang sedang bergerak meninggalkan Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Selasa (14/7). Petugas kewalahan menghentikan mereka. Kapal milik PT Pelni itu akan berlayar menuju Pulau Naira, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com -  Pemerintah berjanji pengembangan tol laut tidak akan mengesampingkan pelayaran rakyat yang mengunakan kapal-kapal kayu tradisional. Pasalnya, pemerintah menilai pelayaran rakyat sebagai pelayaran yang vital masyakat untuk distribusi barang atau orang dari satu daerah ke daerah lain.

"Pelayaran rakyat perlu diperhatikan karena kalau sistem tol laut atau pendulum nasional itu menggunakan kapal besar, siapa yang nanti menyalurkan barang melalui sungai-sungai ke berbagai daerah?" ujar Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihantono di Jakarta, Selasa (18/7/2015).

Sebenarnya kata dia, pembangunan tol laut bukan berarti mengabaikan pelayaran rakyat. Bahkan ucap dia, dalam rencana pembangunan tol laut, pemerintah juga akan melakukan revitalisasi pelayaran rakyat.

Pemerintah memandang  perlunya percepatan perumusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pelayaran rakyat dan pengembangan standart sparepart kapal kayu, dan juga perlu adanya suplai barang dari BUMN untuk lebih menghidupkan pelayaran rakyat.

Menurut Bambang, pelayaran rakyat justru sangat penting bagi kesuksesan tol laut nantinya. Kapal-kapal kecil yang biasa digunakan dalam pelayaran rakyat bisa mendistribusikan barang-barang dari pelabuhan-pelabuhan utama tol laut, keberbagai daerah.

Pada 2016, implementasi tol laut akan mulai mengembangkan industri galangan kapal bersama BUMN, pengembangan pelabuhan subsider, pengembangan pelayaran rakyat, dan pengembangan multi moda dati dan ke pelabuhan.

"Pemerintah pada 2016 nanti Rp menganggarkan Rp 34,4 triliun dimana untuk transportasi laut Rp 13,6 triliun, untuk angkutan penyeberangan Rp 5,4 triliun, khusus untuk pengembangan pelabuhan oleh Pelindo Rp15,2 triliun," ucap Bambang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X