Pertamina Siap Tanam Modal Rp 20,7 Triliun untuk Energi Baru Terbarukan

Kompas.com - 19/08/2015, 18:40 WIB
Pengeboran sumur sumber panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy di Ulubelu, Tanggamus, Provinsi Lampung, Senin (17/8/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINPengeboran sumur sumber panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy di Ulubelu, Tanggamus, Provinsi Lampung, Senin (17/8/2015).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) siap berinvestasi di bisnis hulu energi baru dan terbarukan (EBT) dengan rencana modal yang akan dibenamkan mencapai 1,5 miliar dollar AS, atau setara Rp 20,7 triliun (kurs Rp 13.800).

Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani mengatakan rencana investasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis EBT, di luar panas bumi, hingga 2019 mendatang. Menurut Yenni, kebijakan harga menjadi kunci sukses bagi pengembangan EBT.

“Apalagi dengan kondisi harga minyak mentah seperti saat ini. Tentu saja, EBT menghadapi tantangan karena harus berkompetisi dengan energi fosil yang sedang turun harga,” kata dia melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Yenni juga menyampaikan bahwa Pertamina menyambut baik adanya berbagai kebijakan pendukung bagi terwujudnya pengembangan EBT, seperti insentif harga untuk pembangkit listrik panas bumi, air, biomassa, dan juga biogas.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, Pertamina tetap berkomitmen untuk mencari sumber-sumber energi termasuk EBT yang dapat digunakan untuk menopang kemandirian dan kedaulatan energi nasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X