Menteri ESDM Minta PGN dan Pertagas Berkompetisi dengan Sehat

Kompas.com - 20/08/2015, 04:20 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said usai penandatanganan kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (10/8/2015). Dengan kerjasama ini, BPPT akan lebih banyak dilibatkan dalam studi kelayakan proyek-proyek di bidang energi. ESTU SURYOWATI/Kompas.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said usai penandatanganan kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (10/8/2015). Dengan kerjasama ini, BPPT akan lebih banyak dilibatkan dalam studi kelayakan proyek-proyek di bidang energi.
|
EditorBayu Galih

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said meminta dua induk perusahaan gas negara untuk tidak saling jegal dalam ekspansi perluasan bisnis. Permintaan itu khusus disampaikan kepada pimpinan Perusahaan Gas Negara (PGN) dan anak usaha Pertamina dalam bidang gas atau Pertagas.

“Ini tugas besar. Baik Pertagas maupun PGN agar bisa berkompetisi secara sehat,” ujar Sudirman, di Semarang, Rabu (19/8/2015) malam.

Menurut Sudirman, dua perusahaan BUMN itu harus bisa saling bersinergi. Sebab, area yang akan dieksplorasi di Indonesia masih sangat luas, sehingga tidak boleh saling menjegal. Sudirman meminta agar dua BUMN ini bisa akur.

“Kalau bisa bagi-bagi wilayah, karena dua-duanya BUMN,” ucapnya.

Seperti diketahui, setelah berhasilnya pembangunan jaringan pipa gas, Kementerian ESDM menugaskan PGN untuk mengelola jaringan gas rumah tangga.

Khusus kepada PGN setelah diberi mandatoris penugasan tersebut, Sudirman meminta kepada perusahaan plat merah itu untuk terus berakselerasi. Hal tu utamanya dalam pengembangan jaringan pipa gas untuk kebutuhan rumah tangga. “Amanat untuk PGN agar lebih agresif dalam membangun jaringan gas, agar bisa mempercepat konversi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PGN Hendi Prio Santoso mengaku telah melakukan uji coba operasionalisasi jaringan gas rumah tangga kelurahan Tambah Aji, Kota Semarang. Mereka pun yakin bisa bisa berkembang lebih cepat berdasarkan pengalaman yang dilaluinya.

“Kebetulan kami sudah pengalaman di gas rumah tangga sejak zaman Belanda, di kota-kota besar. Sudah hampir 100 ribu rumah tangga di berbagai indonesia. Kami siap, mengembangkan jaringan gas terintegrasi mencakup Propinsi Jateng,” tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X