Berkat Sambal, Yoyok Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 21/08/2015, 05:45 WIB
EditorErlangga Djumena

Memiliki menu makanan yang enak, pelayanan yang ramah serta lokasi yang strategis menjadi fokus Yoyok yang identik dengan sebutan Mr. Huuh Haah ini dalam mengembangkan gerai WSS. Itu sebabnya, Yoyok sangat menjaga kualitas bahan baku tiap menu yang dijajakan di setiap gerainya.

Bermodal RP 9 Juta
Menghadapi masa sulit ketika kuliahnya tidak kunjung kelar, Yoyok harus mencari penghasilan untuk menyambung hidup. Bersama teman-temannya dia lantas membuka Waroeng Spesial Sambal (SS) di areal kampus UGM.  

Merintis usaha di bidang kuliner awalnya dijalani Yoyok Hery Wahyono sebagai cara untuk menyambung hidup. Sebagai mahasiswa UGM jurusan teknik kimia UGM kala itu yang tidak kunjung lulus, Yoyok harus putar otak untuk bisa memiliki pendapatan.

Dia pernah menjadi bagian dari tim sebuah event organizer. Namun, pendapatannya tidak sebanding dengan tenaga serta waktu yang dikeluarkan. Akhirnya Yoyok mencoba peruntungan bersama beberapa temannya untuk membuka bisnis kuliner kecil-kecilan.

Memasak dan menyantap makanan pedas yang menjadi kegemarannya membuat Yoyok dia salurkan dalam usahanya ini. Dia belanja ke pasar sendiri dan mulai bereksperimen membuat berbagai macam varian sambal yang kemudian dicoba oleh teman-teman kosnya.

Rata-rata komentar teman-temannya positif. "Jika dari 11 teman saya masih delapan orang yang bilang enak dan sisanya tidak, saya tidak puas akan terus berusaha hingga ke-11 teman bisa bilang enak semua," ucap Yoyok.

Dengan bermodalkan uang senilai Rp 9 juta hasil tabungan dan pinjam dari saudaranya, akhirnya berdirilah Waroeng Spesial Sambal (SS) pada 20 Agustus 2002 yang berupa warung tenda kaki lima di trotoar sebelah Graha Sabha Pramana UGM. Ternyata, respons konsumen bagus.

Dalam sebulan warung tenda miliknya sudah memiliki pelanggan tetap. Umumnya penggemar Warung SS ini adalah kalangan mahasiswa yang sangat merindukan makanan rumahan dengan harga yang pas di kantong. Kala itu, omzetnya bisa mencapai Rp 1,5 juta saban hari.

Yoyok saat itu mengandalkan promosi dari mulut ke mulut untuk memperkenalkan usahanya kepada masyarakat. Sebagai pebisnis pemula, di tahun pertama dia hanya fokus memikirkan bagaimana memproduksi dan menghasilkan uang. Yoyok belum memiliki keterampilan untuk bagaimana mengatur keuangan dengan baik.

Sehingga di tahun-tahun berikutnya, pria kelahiran Boyolali ini berpikir keras untuk menabung dari bisnisnya ini agar gerainya bisa cepat berkembang. Dia akhirnya bisa membuka gerai kedua Waroeng SS yang buka di daerah Condong Catur.

Melihat perkembangan yang baik, kemudian dengan modal patungan bersama beberapa temannya Yoyok kembali membuka cabang Waroeng SS ketiga di daerah Seturan.

Dalam empat tahun pertama Waroeng SS masih mengembangkan cabang di regional Yogyakarta saja. Lalu memasuki tahun kelima, Yoyok mulai melakukan ekspansi cabang-cabang hingga ke Solo, Semarang, Purwokerto, Kediri, Malang, dan kota lain di pulau Jawa dan Bali. Pada tahun ke empat dan kelima Yoyok bilang, Waroeng SS sudah memiliki konsep dalam bangunan permanen dan bukan warung tenda lagi.

Dia sempat menawarkan sistem kemitraan usaha, namun setahun berjalan konsep ini dirasa kurang pas dengan dirinya karena sulitnya menjaga kualitas di setiap gerai. Akhirnya, dia tidak melanjutkan penawaran namun mitra usaha yang sudah terlanjur bergabung masih tetap menjalankan usaha ini.  (Izzatul Mazidah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.