Kompas.com - 24/08/2015, 15:05 WIB
Pelabuhan nelayan di desa Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/6/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraPelabuhan nelayan di desa Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/6/2015).
|
EditorErlangga Djumena
KUTA, KOMPAS.com - Hak nelayan kecil menjadi topik pembahasan pada forum internasional tingkat Asia Tenggara dalan kegiatan The Southeast Asia Regional Consultation Workshop pada 24-27 Agustus 2015 di Kuta.

"Kita sebagai negara juga bertanggungjawab terhadap nelayan-nelayan kecil. Kita mengajak negara-negara untuk membahas panduan yang tak lain tujuan pertemuan ini untuk mengidentifikasi keseluruhan permasalahan perikanan skala kecil, menginventarisir, kemudian membangun visi, prioritas dan tujuan serta kerangka kerja aksi regional," kata Dirjen Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan Dan Perikanan, Gellwynn Jusuf, Kuta, Badung, Bali, Senin (24/8/2015).

Gellwynn juga menyampaikan perikanan kecil di Indonesia memiliki andil besar dalam mendukung pembangunan di sektor kelautan dan perikanan. Nelayan kecil di Indonesia yang terdaftar mencapai 3 juta orang, belum lagi yang tak terdaftar.

Sementara data dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan, nelayan di dunia mencapai 500 juta nelayan. Itu artinya, cukup besar kontribusi nelayan bagi pembangunan di negara masing-masing.

"Pembahasannya mengenai gender, kehidupannya, bagaimana jaminan hak mereka (nelayan), bagaimana pemerintah berpihak kepada nelayan, masalah akses nelayan terhadap sumber alam, masalah kepemilikan dan sebagainya. Ini masalah perlindungan hak dan pemberdayaan kepada nelayan kecil," tambahnya.

Acara dihadiri oleh undangan dari 19 negara diantaranya Indonesia, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Jepang.

Selain itu juga dihadiri akademisi, perwakilan organisasi internasional serta perwakilan dari beberapa kementerian dan lembaga.

Dalam workshop ini dapat ditegaskan bahwa posisi Indonesia yang berkomitmen dalam kemajuan pembangunan dan pengelolaan perikanan skala kecil di kawasan Asia Tenggara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ke Gilimanuk, Menhub Pantau Kesiapan Antisipasi Arus Balik

Ke Gilimanuk, Menhub Pantau Kesiapan Antisipasi Arus Balik

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X