Kompas.com - 26/08/2015, 08:08 WIB
EditorErlangga Djumena
BEIJING, KOMPAS.com -  Bank Republik Rakyat Tiongkok (PBoC) mengurangi tingkat suku bunga pinjaman dan deposit sebesar 25 basis poin (0,25 persen) dan rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio/RRR) sebesar 0,50 persen. Kebijakan tersebut merupakan langkah stimulus terbaru untuk membantu perekonomian negara tersebut.

Langkah tersebut, menurut laman resmi bank sentral Tiongkok, akan mulai diberlakukan secara efektif pada Rabu (26/8/2015). Kebijakan serupa juga pernah dilakukan PBoC pada akhir Juni lalu.

PBoC dalam pernyataannya juga menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi berada dalam tekanan. "Melakukan pengurangan suku bunga bertujuan untuk mendukung ekonomi riil untuk terus berkembang secara sehat," sebutnya.

PBoC hingga saat ini telah memangkas suku bunga lima kali sejak November 2014 seiring otoritas Tiongkok yang ingin menghentikan penurunan tajam dalam pertumbuhan ekonomi yang dialami negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Adapun tingkat suku bunga pinjaman (lending rate) diturunkan menjadi 4,6 persen, sedangkan tingkat suku bunga simpanan (deposit rate) berkurang menjadi 1,75 persen.

Pengurangan RRR juga merupakan langkah stimulus karena akan meningkatkan jumlah uang yang dapat dipinjamkan bank, sehingga meningkatkan aktivitas perekonomian.

Anjoknya bursa saham Tiongkok dan meningkatnya kecemasan di luar negeri mengenai pertumbuhan negara itu telah mengakibatkan gejolak dalam pasar ekuitas global di tengah-tengah kecemasan bahwa ekonomi dunia akan menderita bila Tiongkok melemah drastis.

"Penurunan tingkat suku bunga dan RRR beralasan dan langkah yang butuh diambil oleh pemerintah," kata kepala strategi Cinda Securities, Chen Jiahe, kepada AFP.

"Di satu sisi langkah itu dapat mendukung ekonomi riil. Di sisi lain, langkah itu juga positif untuk pasar modal," tambah dia.

Harga saham Tiongkok berjatuhan pada pertengahan Juni setelah fenomena terkait utang selama setahun lamanya, dan meski pemerintah telah memberikan program dukungan yang masif yang memberikan kenaikan sementara, tetapi aksi penjualan panik terjadi lagi sesudahnya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP/ANTARA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Whats New
Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Whats New
Segini Harga Pertalite jika Tidak Disubsidi Pemerintah

Segini Harga Pertalite jika Tidak Disubsidi Pemerintah

Whats New
Cara Cek Tagihan Listrik Online lewat HP, Bisa Tanpa Aplikasi

Cara Cek Tagihan Listrik Online lewat HP, Bisa Tanpa Aplikasi

Spend Smart
Kisah Neneng, Pilih 'Resign' lalu Buka Toko Kelontong, Ternyata Tak Semudah yang Dibayangkan...

Kisah Neneng, Pilih "Resign" lalu Buka Toko Kelontong, Ternyata Tak Semudah yang Dibayangkan...

Whats New
Pemerintah Tidak Akan Bangun Infrastruktur Baru hingga 2024, Ini Sebabnya

Pemerintah Tidak Akan Bangun Infrastruktur Baru hingga 2024, Ini Sebabnya

Whats New
Jadi Pengelola Pelabuhan Ajibata dan Ambarita, ASDP: Permintaan Masyarakat Tinggi

Jadi Pengelola Pelabuhan Ajibata dan Ambarita, ASDP: Permintaan Masyarakat Tinggi

Whats New
Erick Thohir Pakai Baju Adat Pulau Rote pada Upacara HUT Ke-77 RI, Apa Maknanya?

Erick Thohir Pakai Baju Adat Pulau Rote pada Upacara HUT Ke-77 RI, Apa Maknanya?

Whats New
Kemenparekraf Genjot Kolaborasi untuk Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional pada 2023

Kemenparekraf Genjot Kolaborasi untuk Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional pada 2023

Whats New
Sri Mulyani Ungkap Anggaran Subsidi Energi Bisa 'Jebol'

Sri Mulyani Ungkap Anggaran Subsidi Energi Bisa "Jebol"

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.