"Kalau Banyuasin Gagal Panen, Sumatera Selatan Enggak Makan"

Kompas.com - 31/08/2015, 14:33 WIB
Logo Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Banyuasin adalah pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 6/2002. Sebagian besar wilayah Kabupaten Banyuasin adalah dataran rendah di hilir Sungai Musi dan Sungai Banyuasin. Hingga saat ini, Agustus 2015, terdapat 19 kecamatan dan 304 desa/kelurahan di Kabupaten Banyuasin. 
     Josephus PrimusLogo Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Banyuasin adalah pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 6/2002. Sebagian besar wilayah Kabupaten Banyuasin adalah dataran rendah di hilir Sungai Musi dan Sungai Banyuasin. Hingga saat ini, Agustus 2015, terdapat 19 kecamatan dan 304 desa/kelurahan di Kabupaten Banyuasin.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com -  Gelombang panas El Nino sepanjang tahun ini di Indonesia ikut melanda Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Pada pekan lalu, setidaknya, hawa panas begitu menyengat di kawasan alun-alun Pangkalan Balai, ibu kota Banyuasin. Kala itu, sedang ada pergelaran Pameran Potensi Desa 2015 sejak Kamis (27/8/2015)  hingga Minggu (30/8/2015). "Iya, ini memang dampak El Nino," kata Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dalam kesempatan itu.

Mari sedikit menengok catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada pertengahan Juni 2015. Badan itu mengatakan El Nino kemungkinan besar berlangsung hingga September. Itu berarti, hawa panas yang menjadi biang keladi berkurangnya debit air di berbagai sumber mata air bakal bercokol lebih lama ketimbang musim kemarau normal di Tanah Air.

Lantaran fenomena alam itulah, ada potensi ancaman kekeringan yang berujung pada kondisi gagal panen mulai dari padi, jagung, hingga kedelai berikut komoditas-komoditas lainnya. Hal yang sama, imbuh Yan Anton, juga melanda Banyuasin.

Surplus

Josephus Primus Bupati Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian (tengah, berkemeja batik khas banyuasin) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi Marwan Jafar (kanan, berkemeja putih).

Catatan terkumpul dari pemerintah Kabupaten Banyuasin menunjukkan bahwa kabupaten yang berjarak sekitar 45 kilometer dari arah ibu kota Provinsi Sumsel alias Bumi Sriwijaya, Palembang, ke  arah Provinsi Jambi tersebut, setahun silam, mencatatkan produksi padi sebesar 915.442 ton gabah kering. Angka itu setara dengan 2,5 persen dari total produksi padi  Sumsel. Dari produksi itu pun, Banyuasin mencatat surplus beras sebesar 410.678 ton beras.

Sementara itu, masih menurut data pemerintah Kabupaten Banyuasin, untuk 2015, ada target 298.947 hektar penanaman padi. Sampai dengan Juli 2015, dari sasaran itu, sudah terwujud 269.080 hektar.

Selanjutnya, masih dalam tahun sama, target penanaman jagung mencapai 21.892 hektar. Yang sudah terealisasi mencapai 14.878 hektar sampai dengan Juli 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikutnya, target penanaman kedelai sepanjang 2015 adalah 6.163 hektar. Dari jumlah itu, sampai dengan Juli 2015 berakhir, terealisasi 4.711 hektar.    

Terkait dengan El Nino tadi, kata Yan Anton, pihaknya memang menyediakan pompa-pompa air untuk membantu pengairan lahan. Meski, dalam catatan Yan Anton, hingga kini, ada sekitar 4.000 hektar tanaman padi yang gagal panen. "Tapi, kalau dibandingkan dengan total yang 290.000 hektar lebih itu, ya, masih kecil. Tapi, mudah-mudahan enggak (meluas) ya. Bayangin, kalau Banyuasin gagal panen, (rakyat) Sumatera Selatan enggak makan," kata Anton.

Banyuasin, kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam kesempatan pameran itu adalah satu dari 80 kabupaten yang sudah lepas  dari predikat daerah tertinggal sejak 2014. Salah satu prestasinya adalah kesuksesan pada panen padi 2014 tersebut.

Kabupaten Banyuasin merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 6/2002. Hingga kini, ada 19 kecamatan dan 304 desa/kelurahan di kabupaten yang punya semboyan Sedulang Setudung itu.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X