Di Korsel, BNP2TKI Gandeng BTN Beri Fasilitas 5000 KPR untuk TKI

Kompas.com - 31/08/2015, 20:26 WIB
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOKepala BNP2TKI Nusron Wahid.
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com -  Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk memberikan 5.000 fasilitas pelayanan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) untuk para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Korea Selatan.  Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam siaran persnya pada Senin (31/8/2015) mengatakan, pemberian bantuan KPR didasari oleh motivasi TKI yang bekerja untuk memiliki rumah sendiri.

Menurut Nusron, program tersebut telah diluncurkan Sabtu (29/8/2015) di gedung KBRI Seoul, Korea Selatan. Dalam acara tersebut Direktur Utama BTN Maryono menyerahkan secara simbolis izin persetujuan prinsip kredit non-subsidi kepada dua orang perwakilan TKI yang bekerja di Seoul. Bagi BTN, program itu menjadi percontohan pengucuran KPR tahap pertama. Setelah Seoul, secara berturut-turut BTN akan memberikan fasilitas KPR kepada TKI yang bekerja di Hongkong, Taiwan, Jepang dan Singapura.

Menurut Nusron, berdasarkan catatan yang dikirim ke Indonesia atau remitensi TKI, hanya sekitar 20 persen-25 persen dari total pendapatan pribadi para TKI yang dikirimkan kepada keluarga mereka. "Ini berarti 75 persen-85 persen gaji mereka itu habis digunakan konsumsi di negara setempat," ujarnya.

Sementara itu, Dirut BTN Maryono mengatakan, program 5000 rumah untuk TKI ada yang memiliki kategori subsidi dan non-subsidi. Menurut dia, untuk KPR bersubsidi BTN memberikan beban bunga sebesa 5 persen dengan uang muka 1 persen dari harga rumah.

Untuk plafon subsidi, kemudian,  BTN memberikan harga rumah tapak maksimal sebesar Rp 120 juta. Sedangkan, plafon rumah susun sewa (rusunawa) maksimal sebesar Rp 350 juta dengan cicilan bunga tetap sebesar 5 persen.

Masa cicilan KPR, lalu, tetap diberlakukan maksimal selama 20 tahun. Persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan rumah KPR tersebut hanya berupa surat kontrak kerja TKI yang mayoritas berlaku selama lima tahun.

Bila dalam masa cicilan KPR kontrak kerja berakhir, TKI diberikan kesempatan untuk memperpanjang kontrak. Proses pendaftaran KPR hingga mendapatkan persetujuan prinsip menurut Maryono hanya membutuhkan waktu dua hari.

Untuk mencapai sukses pada program KPR bagi para TKI ini,  BTN akan menarik para TKI di Seoul sebagai agen pemasaran. Hal ini dilakukan untuk mempermudah BTN melakukan sosialisasi KPR untuk para TKI.

Untuk memudahkan teknis pembayaran cicilan, Bank BTN akan membuka rekening para TKI yang sudah mendapatkan izin prinsip melakukan pembayaran setiap bulan. Selain melalui Bank BTN, pembayaran cicilan juga dapat dilakukan melalui kantor pos.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.