Rizal Ramli: Setiap Ada Masalah Dikasih ke Asing, Itu Mentalitas Bangsa Terjajah

Kompas.com - 01/09/2015, 10:28 WIB
Rizal Ramli KOMPAS.com/Indra AkuntonoRizal Ramli
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyindir mentalitas para pejabat yang lebih memilih menyerahkan suatu permasalahan kepada orang asing ketimbang memperbaikinya sendiri. Menurut Rizal, sikap seperti itu merupakan cermin mentalitas bangsa yang terjajah.

"Jangan setiap ada masalah kasih ke orang asing, itu mental bangsa yang terjajah. Itu mental bangsa yang tidak mungkin jadi maju," ujar Rizal saat memberikan kuliah umum di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Dia menceritakan pengalamannya saat mendorong pembentukan Undang-Undang Kepabeanan tahun 1995 silam. Sebelum adanya UU Kepabeanan, kenang Rizal, proses pemeriksaan barang impor yang masuk ke Indonesia dilakukan oleh perusahaan asing, yaitu Societte Generalle de Surveilance (SGS) melalui PT Surveyor Indonesia (untuk impor) dan PT Sucofindo (untuk ekspor).

Apabila menengok sejarah kepabeanan Indonesia 1985-1995, peran Bea Cukai dikerdilkan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1985. Pemerintah memberlakukan sistem pemeriksaan pra-pengapalan untuk barang-barang impor. Jika sudah dilampiri dokumen dari perusahaan surveyor, petugas Bea Cukai tak diperbolehkan melakukan pemeriksaan barang tersebut.

Menurut Rizal, keputusan pemerintah Orde Baru yang mengerdilkan peranan Bea Cukai itu dilatarbelakangi banyaknya masalah di tubuh lembaga tersebut. Bea Cukai dinilai lembaga yang justru mempersulit proses ekspor-impor barang.

"Saat kepemimpinan Pak Suhardjo, mantan Dirjen Bea Cukai, urusan bea cukai Indonesia dikontrakkan sama perusahaan asing, namanya SGS. Seolah-oleh kita ini negara yang terjajah, ngurusin bea cukai saja bukan Ditjen Bea Cukai, tapi perusahaan asing yang terima keuntungan 500 juta dollar AS lebih per tahun," kata dia.

Singkat cerita, 1995, UU Kepabeanan disahkan dan kewenangan pemeriksaan ekspor-impor barang kembali ke tangan Bea Cukai. Menurut Rizal, pengalaman masa lalu itu seharusnya menjadi pelajaran bagi para pejabat negara saat ini. Setiap ada masalah di dalam negeri, kata dia, harus diperbaiki bersama-sama, bukan justru diberikan kepada bangsa asing.

"Tidak selalu ada masalah kita kasih sama orang asing. Kalau begitu, kalau kita ada masalah, kasih saja presidennya sama orang asing. Kapan bangsa kita mau maju? Justru kalau ada masalah kita perbaiki, kita benahi supaya kita lebih hebat," ucap mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Spend Smart
Apa Itu Produsen? Simak Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Apa Itu Produsen? Simak Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Earn Smart
Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Whats New
Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Whats New
LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.