Soal KA Cepat Jakarta-Bandung, Jonan Tak Mau Beropini

Kompas.com - 01/09/2015, 20:18 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berbicara saat meresmikan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015). Stasiun ini baru saja rampung direvitalisasi yang menghabiskan sekitar Rp 36 miliar dana APBN. TRIBUNNEWS / HERUDINMenteri Perhubungan Ignasius Jonan berbicara saat meresmikan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015). Stasiun ini baru saja rampung direvitalisasi yang menghabiskan sekitar Rp 36 miliar dana APBN.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memang belum memutuskan akan memilih Jepang atau Tiongkok untuk menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun, pemerintah sudah menegaskan memiliki satu pertimbangan yang tak bisa ditawar-tawar yaitu terkait aspek keselamatan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa pemerintah akan memilih negara yang memiliki safety paling baik terkait kereta cepat itu. Namun, mantan bisa KAI itu tak mau beropini kereta cepat mana yang paling aman, Jepang ataukah Tiongkok.

"Oh enggak saya enggak mau ngasih opini karena saya belum dilaporkan dari konsultannya itu. Detailnya belum," ujar Jonan usai rapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta, Selasa (1/8/2015).

Menurut Jonan, Presiden Jokowi sudah membentuk tim evaluasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Tim tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution sebagai ketua dan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli sebagai wakil ketua. Sementara Jonan menjadi salah satu anggota dari tim itu.

Nantinya, kata dia, tim evaluasi itu akan memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi setelah mendapatkan laporan dari konsultan proyek yang diperkirakan menelan dana investasi diatas Rp 50 triliun itu.

Menurut Jonan, tim evaluasi baru akan menggelar rapat pada Rabu (2/9/2015). Rapat perdana itu kata Jonan akan membahas terkait laporan konsultan proyek. "Rapat itu akan mengambil kesimpulan untuk rekomendasi yang akan diberikan kepada bapak Presiden. Belum kapada pengambilan keputusan," kata Jonan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X