BNP2TKI: Jenazah Korban Kapal Tenggelam Asal Sumut dan Jatim Dipulangkan

Kompas.com - 06/09/2015, 11:00 WIB
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. KOMPAS.com/Abba GabrillinKepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sudah mempersiapkan penerimaan pemulangan jenazah TKI korban kapal tenggelam di perairan Malaysia pada Kamis (3/9/2015) lalu. Demikian disampaikan Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Yoeliani Poeloengan, di Jakarta, Minggu (6/9/2015).

Ada tujuh jenazah yang akan dipulangkan Senin (7/9/2015) besok. Empat jenazah akan dibawa ke Medan, Sumatra Utara, sementara tiga jenazah lainnya dipulangkan ke Jawa Timur.

"Prinsipnya BNP2TKI, BP3TKI, maupun P4TKI siap laksanakan arahan Kepala BNP2TKI agar mengawal proses pemulangan para korban dan memberikan santunan atas nama pemerintah," kata Lisna.

Lisna menjelaskan, persiapan penerimaan kepulangan jenazah ke Sumut dan Satim sesuai hasil koordinasi dengan KBRI di Kuala Lumpur, untuk jenazah korban asal Sumut adalah; Maharani (Binjai), Winda Mandasari (Belawan, Medan), dan  Marta Berutu (Delitua, Medan).

"Untuk empat jenazah korban itu, ahli waris atau keluarga sudah ditemukan, sudah dikoordinasikan. BP3TKI Medan dan para ahli waris telah siap untk menjemput di Cargo Bandara Kualanamu Medan," ujar Lisna.

Adapun jenazah korban yang dipulangkan ke Jatim adalah Sunariyeh, Suyanti, dan Moh Khosan. Persiapan penerimaan di Jatim akan dilaksanakan oleh P4TKI Sidoarjo. Pihak P4TKI saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga.

"Ambulans telah kita sediakan untuk mengantar jenazah sampai ke rumah duka masing-masing," ujarnya.

Selain mengantar pemulangan, lanjut Lisna, pihaknya juga akan memberikan bantuan sosial/pemakaman kepada masing-masing ahli waris.

Seperti diketahui, kapal yang tenggelam di perairan Malaysia, Kamis (3/9/2015), lalu ditumpangi puluhan TKI yang tanpa dokumen kontrak alias TKI unprosedural. Namun demikian, BNP2TKI tetap merasa bertanggungjawab atas pemulangan mereka ke rumah masing-masing.

Berdasarkan informasi yang didapatkan BNP2TKI, korban yang berhasil diselamatkan sebanyak selamat 20 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 57 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X