Ganjar Pranowo: Sebanyak 1.350 Buruh di Jateng Kena PHK

Kompas.com - 07/09/2015, 18:40 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menemui wartawan usai menjadi pembicara di acara Inisiasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta KOMPAS.com| Wijaya kusumaGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menemui wartawan usai menjadi pembicara di acara Inisiasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
SEMARANG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengkhawatirkan, gejolak ekonomi yang terjadi dewasa ini terus berlanjut hingga berimbas pada kehidupan tenaga kerja.

Sejauh ini, ribuan buruh di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat gejolak ekonomi. "Jateng itu, meski kecil, sudah mulai ada PHK. Jumlahnya sudah mencapai 1.350 orang," kata Ganjar, Senin (7/9/2015).

Angka tersebut dinilai Ganjar lebih kecil jika dibanding PHK yang terjadi di Jawa Timur ataupun Jawa Barat. Ganjar mengakui, Jateng telah mengalami kegelisahan terkait gejolak ekonomi. Pemerintah pun terus berupaya untuk menekan agar PHK tidak terus terjadi.

Pemerintah meminta perusahaan agar menilik kembali bahan baku yang berasal dari impor luar negeri dan yang tidak. "Kami sudah minta. Kalau memang masih bisa tidak di-PHK, jangan di-PHK," tutur Ganjar.

Secara khusus, Ganjar juga telah meminta langsung kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri untuk tidak bermain-main dalam mengeluarkan kebijakan. Hal tersebut, misalnya, berkaitan dengan kewajiban tenaga kerja asing yang tidak membutuhkan syarat wajib berbahasa Indonesia.

"Kami sudah minta agar Sri Adiningsih (ekonom dari Universitas Gadjah Mada) review terhadap data yang kami miliki, dengan apa yang perlu dilakukan. Nantinya, ini agar dapat mengambil kebijakan yang tepat," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X